Home EKONOMI Jelang Ramadan & Idulfitri, Pemerintah Ingatkan Warga: Jangan Panic Buying Pangan
EKONOMI

Jelang Ramadan & Idulfitri, Pemerintah Ingatkan Warga: Jangan Panic Buying Pangan

Share
Jelang Ramadan & Idulfitri, Pemerintah Ingatkan Warga: Jangan Panic Buying Pangan
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap tenang saat berbelanja kebutuhan pangan. Kementerian Pertanian menilai kepanikan dalam membeli bahan makanan justru bisa mengganggu stabilitas distribusi di pasar.

Melalui program sosialisasi Tani On Stage, pemerintah berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang telah disiapkan untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan tetap stabil.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moh. Arief Cahyono, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terkait kebijakan pangan pemerintah.

“Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Arief dalam pernyataannya, Senin (9/3/2026).

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman

Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pangan nasional berada dalam kondisi cukup. Karena itu, masyarakat tidak perlu membeli kebutuhan secara berlebihan.

Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas pasokan dan harga melalui berbagai program, salah satunya Gerakan Pangan Murah.

“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu panic buying. Membeli berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” jelas Nita.

Cabai dan Bawang Merah Dipastikan Cukup

Selain itu, pemerintah juga memantau ketersediaan komoditas hortikultura yang biasanya mengalami lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy, memastikan pasokan komoditas seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi bahkan hingga setelah Idulfitri.

Menurutnya, perubahan harga yang kadang terjadi lebih sering dipicu oleh faktor cuaca yang memengaruhi proses panen maupun distribusi.

“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen,” kata Freddy.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat berbelanja secara bijak sehingga stabilitas pasokan pangan tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Pengelola Kawasan Industri Diminta Lengkapi Izin Usaha
EKONOMI

Pengelola Kawasan Industri Diminta Lengkapi Izin Usaha

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta para pengelola kawasan industri yang belum...

Luruskan Isu Dana Rp103 Miliar Untuk Podcast, Menkop : Itu Tidak Benar
EKONOMI

Luruskan Isu Dana Rp103 Miliar Untuk Podcast, Menkop : Itu Tidak Benar

Jakarta, Hotfokus.com Berita yang viral terkait dengan alokasi anggaran sebesar Rp103 miliar...

Fokus Perkuat Koperasi, Pagu Anggaran Kemenkop 2027 Rp742,88 Miliar
EKONOMI

Fokus Perkuat Koperasi, Pagu Anggaran Kemenkop 2027 Rp742,88 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa anggaran Kementerian Koperasi...

54 Pengurus KDKMP Lulus Magang, Siap Bikin Koperasi Desa Makin Ngebut
EKONOMI

54 Pengurus KDKMP Lulus Magang, Siap Bikin Koperasi Desa Makin Ngebut

Jakarta, hotfokus.com Sebanyak 54 pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari 31...