Home EKONOMI Jangan Ada Lagi Lahan Pangan & Perkebunan ‘Disulap’ Jadi Industri
EKONOMI

Jangan Ada Lagi Lahan Pangan & Perkebunan ‘Disulap’ Jadi Industri

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman, menegaskan jangan ada lagi lahan tanaman pangan dan perkebunan ‘disulap’ menjadi industri. Ini untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

“Kedepan, kita fokus agar lahan tanaman pangan nanti tidak berubah fungsi. Tidak berubah menjadi industri. Ini adalah kick off,” katanya, terkait kolaborasi antara Kementrans dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), seperti dikutip Jumat (20/12/2024).

Dengan begitu, menteri berharap ada daerah baru untuk meningkatkan produksi, sehingga bisa mempercepat swasembada pangan dan tak perlu mengimpor lagi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengungkap perlu ekosistem pangan yang kokoh untuk mencapai swasembada pangan. Karena itu, pihaknya menggandeng Kementerian Transmigrasi.

“Kita semua harus sinergi. Nah BUMN pangan kita, tadi saya sebut ada Bulog dan ID FOOD, itu semuanya siap menjadi standby buyer. Kita yakin ekosistem pangan akan makin kuat dengan dibantu Kementrans ini, sehingga swasembada pangan akan cepat terwujud,” tandasnya.

Disebutkan, Perum Bulog dan ID FOOD sebagai BUMN pangan telah melaksanakan penyerapan produksi dalam negeri guna mempertebal stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Dalam realisasi penyerapan jagung pakan yang bersumber dari petani dalam negeri. Sampai tengah Desember, Bulog telah menyerap sebanyak 128 ribu ton.

Untuk realisasi pengadaan setara beras dari dalam negeri yang dilaksanakan Bulog pada tahun ini meningkat signifikan. Pada 2022 lalu, angkanya berkisar 994 ribu ton. Namun pada 2024 ini capaiannya melesat hingga menyentuh 1,258 juta ton. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Fiskal & Moneter Solid. Menkeu Optimis Rupiah Kembali Menguat

Jakarta, hotfokus.com Meski mendapat tekanan yang begitu kuat dari dolar AS sampai...

Rupiah Tembus Rp18.000, Pengamat Prediksi IHSG Berisiko Anjlok ke Level 4.000
EKONOMI

Rupiah Tembus Rp18.000, Pengamat Prediksi IHSG Berisiko Anjlok ke Level 4.000

Jakarta, Hotfokus.com Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih berlanjut. Setelah nilai...

Service Charge Restoran dan Hotel Digugat YLKI, Konsumen Berpeluang Tak Lagi Wajib Bayar Biaya Tambahan
EKONOMI

Service Charge Restoran dan Hotel Digugat YLKI, Konsumen Berpeluang Tak Lagi Wajib Bayar Biaya Tambahan

Jakarta, hotfokus.com Kabar penting bagi konsumen yang kerap makan di restoran atau...

Dijadikan Aset Investasi dan Aksesoris, Pasar Emas Laris Manis
EKONOMI

Dijadikan Aset Investasi dan Aksesoris, Pasar Emas Laris Manis

Jakarta, hotfokus.com Prospek pasar logam mulia dan emas perhiasan masih menggiurkan alias...