Home NASIONAL Jangan Ada Dualisme Otoritas di Pelabuhan
NASIONAL

Jangan Ada Dualisme Otoritas di Pelabuhan

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menginginkan agar jangan sampai ada dualisme otoritas di pelabuhan yang tersebar di Tanah Air, serta diharapkan agar kewenangan sepenuhnya dapat betul-betul diberikan kepada Pelindo sebagai BUMN pelabuhan.

“Jangan ada dualisme di sana (pelabuhan). Berikanlah otoritas penuh kepada mereka (Pelindo),” kata Anggota Komisi IV DPR RI Herman Khaeron dalam rilis di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, bila Pelindo berhasil maka hal tersebut merupakan kesuksesan mereka dalam kawasan otoritasnya, sedangkan bila gagal maka menjadi tanggung jawab Pelindo untuk bisa melahirkan solusi ke depannya.

Politisi Partai Demokrat itu juga berpendapat bahwa pemberian otoritas sepenuhnya kepada Pelindo juga sebagai upaya mengatasi berbagai kecurangan yang terjadi dampak tumpang tindih wewenang di pelabuhan.

Dengan adanya kewenangan sepenuhnya kepada Pelindo, lanjutnya, maka beragam persoalan juga dapat diselesaikan melalui satu pintu sehingga tidak saling lempar.

Herman juga mengutarakan harapannya agar seluruh Pelindo juga dapat kompak dan saling berkoordinasi dalam menjalankan bisnis mereka.

Sebagaimana diwartakan, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I terus mengoptimalkan seluruh layanan bisnis dalam pengelolaan pelabuhan, salah satunya dalam mengoperasikan terminal curah cair di pelabuhan khususnya melalui dua pelabuhan besarnya yakni Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Dumai.

Senior Vice Presiden Sekretariat Perusahaan Pelindo I M. Eriansyah dalam keterangannya menjelaskan bahwa layanan terminal curah cair sangat prospektif dengan potensi ekspor komoditi Crude Palm Oil (CPO) yang terus meningkat karena CPO menjadi salah satu kontributor utama terhadap kinerja ekspor nasional.

“Sepanjang 2019, Pelabuhan Belawan melakukan ekspor CPO dan turunannya sebanyak 3.273.978 Ton tumbuh 12,60 persen dibandingkan dengan 2018 yang sejumlah 2.907.383 Ton. Komoditi CPO dan turunannya ini diekspor menuju negara-negara di Asia Selatan seperti: Pakistan dan India serta ada juga yang diekspor ke Belanda,” katanya.

Saat ini, Pelindo 1 memiliki fasilitas pipa terpadu di dermaga yang menghubungkan dengan ratusan tangki timbun CPO yang ada di area Pelabuhan Belawan yang didukung dengan 84 jalur pipa, enam titik pengisian (loading point), serta dilengkapi dengan tiga unit tangki CPO dengan kapasitas masing-masing 3.000 Metrik Ton (MT).(ral)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

HPE dan HR Emas Kembali Melemas

Jakarta, hotfokus.com Harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) emas pada...

NASIONAL

Transformasi Jakarta Diharapkan Pacu Ekonomi Sekitar & Nasional

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah menyiapkan Jakarta jadi pusat jasa, ekonomi dan keuangan digital....

Mudik Gratis Nataru 2026 Dibuka 2 Desember, Siapkan Tiket ke 10 Kota Ini!
NASIONAL

Mudik Gratis Nataru 2026 Dibuka 2 Desember, Siapkan Tiket ke 10 Kota Ini!

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah menyiapkan program Mudik Gratis Natal 2026 dan Tahun Baru...

Prabowo Pacu Riset BRIN, Limbah Sawit Bisa Jadi Listrik 3,9 GW!
NASIONAL

Prabowo Pacu Riset BRIN, Limbah Sawit Bisa Jadi Listrik 3,9 GW!

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)...