Home NASIONAL Ini Cara Kemenkeu Atasi Dampak Virus Corona Pada Perekonomian Domestik
NASIONAL

Ini Cara Kemenkeu Atasi Dampak Virus Corona Pada Perekonomian Domestik

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah-langkah antisipatif dan responsif atas perkembangan terkini virus corona yang melanda China. Sebab virus ini berpotensi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi China sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua setelah Amerika.

Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Arif Baharudin, mengatakan Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan terkena imbasnya apabila ekonomi China melambat karena dampak dari virus corona. Oleh sebab itu, untuk itu beberapa langkah antisipatif dari potensi terganggunya perekonomian domestik, beberapa langkah yang akan dilakukan pemerintah adalah sebagai berikut, yaitu

Pertama, mempercepat realisasi belanja Kementerian atau Lembaga, terutama belanja bantuan sosial (seperti PKH dan kesehatan), serta belanja non operasional. Kedua adalah mendorong pusat-pusat pariwisata melalui berbagai program pendukung, seperti percepatan pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas (Danau Toba, Borobudur, Likupang, Labuan Bajo, dan Mandalika).

“Pemerintah juga akan menyiapkan kebijakan fiskal dan non-fiskal untuk menstimulasi sektor pariwisata,” kata Arif dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/2).

Selanjutnya, masih Arif, pemerintah Indonesia mendorong dan mempercepat belanja padat karya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti belanja infrastruktur di pusat dan daerah. Keempat adalah dengan mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen yang fleksibel dalam merespon situasi ekonomi (countercyclical) dengan tetap dalam batasan yang aman dan terkendali.

“Kemudian kita juga mempercepat penajaman program Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk perluasan sasaran,” ulas dia.

Meski akan turut terkena imbasnya, Arif menjelaskan bahwa dampakny bagi Indonesia tidak sebesar negara-negara lain, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, atau Singapura. Hal itu karena negara-negara tersebut mempunyai hubungan lebih besar terhadap ekonomi Tiongkok dibandingkan dengan Indonesia – Tiongkok.

“Dampak virus corona jelas terasa pada pergerakan arus orang dari Tiongkok ke Indonesia setelah diberlakukannya larangan penerbangan dari atau ke Tiongkok. Pergerakan penumpang masuk asal Tiongkok mencapai puncak di tanggal 25 Januari 2020 dan mengalami penurunan hingga saat ini jumlah penumpang Tiongkok mencapai kurang dari 500 orang,” pungkas dia. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
DMO Komoditas Harus Mampu Jaga Kepentingan Nasional
NASIONAL

DMO Komoditas Harus Mampu Jaga Kepentingan Nasional

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perdagangan, Budi Santoso (Busan), mengungkap tata kelola terhadap komoditas...

NASIONAL

Reformasi Pajak Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Disiplin Fiskal

Jakarta, hotfokus.com Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengungkap perlunya reformasi perpajakan...

Libur 2027 Tembus 26 Hari! Pemerintah Resmi Tetapkan Jadwalnya, Cek Tanggalnya
NASIONAL

Libur 2027 Tembus 26 Hari! Pemerintah Resmi Tetapkan Jadwalnya, Cek Tanggalnya

Jakarta, hotfokus.com Kabar yang ditunggu pekerja dan masyarakat akhirnya datang. Pemerintah resmi...

Stok Beras RI Meledak 26 Juta Ton, Kini Bisa Ekspor hingga Kirim 10 Ribu Ton ke Palestina
NASIONAL

Stok Beras RI Meledak 26 Juta Ton, Kini Bisa Ekspor hingga Kirim 10 Ribu Ton ke Palestina

Jakarta, Hotfokus.com Stok beras nasional kini berada di kisaran 25–26 juta ton....