Home NASIONAL INDEF Sebut Ada Tiga Tantangan Berat Investasi di Indonesia
NASIONAL

INDEF Sebut Ada Tiga Tantangan Berat Investasi di Indonesia

Share
Share

Jakarta, hotfokus.xom

Lembaga penelitian dan studi kebijakan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai inefisiensi birokrasi, masalah konektivitas dan terkait kecepatan merupakan tiga tantangan terberat berkaitan dengan investasi di Indonesia.

“Menurut saya tiga tantangan berat utama berkaitan dengan investasi, pertama adalah inefisiensi dalam birokrasi yang berujung pada korupsi, kedua mengenai masalah konektivitas yang berkaitan dengan aspek infrastruktur sarana dan prasarana pendukung investasi yang belum memadai sampai saat ini, serta yang ketiga menyangkut kecepatan. Faktor-faktor inilah yang sering dikeluhkan oleh investor,” ujar Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto kepada Antara di Jakarta, Senin (15/7).

Menurut Eko menjelaskan bahwa masalah konektivitas membuat Indonesia cukup kesulitan dalam menarik investor dibanding negara-negara lainnya, dimana kebanyakan negara yang mampu menarik investor dikarenakan aspek konektivitasnya sudah bagus.

Selain itu kemudahan perizinan di Indonesia sampai sekarang juga dinilai masih kalah dibandingkan negara-negara lainnya sebagai salah satu upaya untuk menarik masuk investor guna menanamkan modalnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan pada visi dan misinya dimana salah satunya akan mengundang investasi yang seluas-luasnya sebagai kunci dari membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya.

Demi tercapainya tujuan ini, Jokowi mengatakan segala penghambat investasi harus dipangkas, baik proses perizinan yang lambat, berbelit-belit, terlebih yang mensyaratkan pungutan liar (pungli).

Presiden pun tidak akan segan-segan untuk menghajar pungli tersebut agar tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi yang merupakan kunci untuk membuka lapangan kerja yang luas.

Sementara itu Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai bahwa pidato yang disampaikan Presiden Jokowi semakin menegaskan bahwa pemerintahan selanjutnya akan memangkas regulasi hingga birokrasi yang menghambat investasi.

Menurut dia, birokrasi dan regulasi rumit menjadi permasalahan klasik yang selama ini menggerogoti daya saing Indonesia.

Ia menyoroti ada lima syarat untuk menumbuhkan iklim investasi di Indonesia yakni deregulasi, debirokratisasi, peningkatan kualitas SDM, sinergi pusat dan daerah, dan melanjutkan infrastruktur.(ral)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter
NASIONAL

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter

Jakarta, hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi...

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan
NASIONAL

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ide pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...