Jakarta, Hotfokus.com
Pemerintah pusat tancap gas mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra Utara. Fokus utama mengarah ke sektor hunian agar warga terdampak segera memiliki tempat tinggal layak dan aman.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan pemerintah daerah mengajukan pembangunan 1.077 unit hunian sementara (huntara). Dari jumlah tersebut, 865 unit sudah masuk tahap konstruksi, sementara 27 unit siap dihuni.
“Huntara yang telah selesai berada di Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 15 unit dan Tapanuli Utara 12 unit,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (15/1/2026).

Di luar skema huntara, pemerintah juga menggelontorkan dana tunggu hunian (DTH) bagi warga yang memilih solusi sewa sementara. Total penerima mencapai 3.489 kepala keluarga (KK). Dari angka itu, pemerintah telah menyiapkan 3.251 rekening. Hingga Selasa (13/1), DTH sudah tersalurkan kepada 1.141 KK.
Setiap keluarga menerima bantuan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Skema ini menyasar warga dengan rumah rusak berat sambil menunggu pembangunan hunian permanen.
BNPB juga memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) berjalan paralel. Hingga Rabu (14/1), pemerintah daerah mengusulkan 3.460 unit huntap, dengan 648 unit sudah masuk tahap pembangunan.
Langkah cepat ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana. Pemerintah menargetkan transisi dari hunian sementara ke hunian tetap berjalan mulus agar masyarakat segera bangkit dan beraktivitas normal kembali. (SA/GIT)
Leave a comment