Home NASIONAL Holding Kawasan Industri BUMN Dibentuk, Ini Dampaknya untuk Investasi dan Logistik RI
NASIONAL

Holding Kawasan Industri BUMN Dibentuk, Ini Dampaknya untuk Investasi dan Logistik RI

Share
Danantara membentuk Holding Kawasan Industri Indonesia untuk memperkuat investasi, logistik, dan daya saing industri nasional.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah melalui Danantara resmi membentuk holding kawasan industri BUMN bernama Kawasan Industri Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi pengelolaan kawasan industri pelat merah sekaligus upaya memperkuat daya saing industri nasional.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menilai pembentukan holding tersebut merupakan strategi penting untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih terintegrasi. Menurutnya, holding tidak cukup hanya mengonsolidasikan aset dan lahan, tetapi juga harus menghubungkan layanan logistik, transportasi, pergudangan, hingga konektivitas rantai pasok.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan Indonesia memiliki 175 kawasan industri berizin dengan luas mencapai 98.235,5 hektare. Kawasan tersebut memiliki tingkat okupansi 58,19 persen, menampung 11.970 perusahaan, menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja, serta menghimpun investasi Rp6.744,5 triliun.

“Sebelum restrukturisasi terbaru, sejumlah kawasan industri BUMN berada dalam ekosistem Danareksa Industrial Park dengan total luas lahan 7.855 hektare,” kata Setijadi, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, holding dapat menghadirkan manfaat bagi anggota kawasan industri melalui penguatan skala ekonomi, standardisasi tata kelola, optimalisasi aset, dan pengembangan model bisnis baru.

Selain itu, perusahaan pengguna kawasan berpotensi menikmati layanan yang lebih baik, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga penurunan biaya logistik melalui fasilitas bersama.

Setijadi menegaskan efisiensi logistik menjadi faktor krusial. Berdasarkan data Bappenas 2023, biaya logistik domestik mencapai 14,1 persen dari harga barang, sementara biaya logistik ekspor berada di level 8,98 persen. Karena itu, holding kawasan industri dinilai berperan penting dalam memperkuat rantai pasok nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Mantap! Kementan dan BUMN Pangan Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi, Peternak Rakyat Diuntungkan

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memperkuat langkah menuju swasembada pangan berkelanjutan melalui pengembangan hilirisasi...

NASIONAL

Menkeu: Pancasila Bintang Penuntun Bangsa Indonesia

Jakarta, hotfokus.com Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menilai Pancasila merupakan bintang...

Pemerintah mulai masa transisi ekspor satu pintu batu bara, sawit, dan fero alloy melalui Danantara mulai 1 Juni 2026.
NASIONAL

Ekspor Batu Bara dan Sawit Kini Lewat Danantara, Pemerintah Mulai Masa Transisi per 1 Juni 2026

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah resmi memulai masa transisi penerapan sistem ekspor satu pintu...

NASIONAL

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar, Puskepi: Presiden Harus Beri Perhatian Serius

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi keberhasilan...