Home EKONOMI Efektifkah Perpanjangan Libur Lebaran Urai Kemacetan
EKONOMINASIONAL

Efektifkah Perpanjangan Libur Lebaran Urai Kemacetan

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Hingga H minus 4 arus mudik Lebaran relatif lancar, tak ada bencana kemacetan di jalan tol dan atau di jalan non tol. Namun kondisi berbalik drastis pada H minus 3 dan H minus 2, kemacetan di jalan tol mencapai klimaksnya.

Pada H minus 3 kemacetan di pintu tol Cikarang Utama mencapai lebih dari 28 km. Ekor kemacetannaya pun terasa sampai Cawang, tol dalam kota. Bahkan pada H minus 2, hari ini, kemacetan di tol Cikampek makin parah. Tol Cipali pun macet total hingga 42 km.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, bahwa perpanjangan Libur Lebaran ternyata tidak efektif untuk mendorong pemudik melakukan perjalanan mudik lebih awal.

Pasalnya, para pemudik masih menyerbu untuk mudik Lebaran pada H minus 3 dan H minus 2. Bahkan mungkin H minus 1. “Jadi bisa juga dikatakan bahwa perpanjangan libur Lebaran tidak dipatuhi oleh sektor pelaku usaha,” kata Tulus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/6).

Menurut dia, tersambungnya tol Trans Jawa juga tidak mampu menampung lonjakan kendaraan pribadi roda empat yang melewati jalan tol, terutama tol Cikampek, dan Cipali. Peningkatan pemudik roda empat cukup signifikan.

“Data dari Kemenhub menyebutkan bahwa pada 2017 sebanyak 3,3 juta unit dan pada 2018 mencapai 3,7 juta unit dan bisa dipastikan lebih dari 40 persennya adalah pengguna tol. Jadi bisa dibayangkan jika jumlah pemudik di Jabodetabek mencapai 11 juta,” tukasnya.

Dengan demikian, kata Tulus, perpanjangan libur Lebaran dan atau tersambungnya tol Trans Jawa gagal menjadi pemecah kemacetan arus lalu lintas mudik Lebaran. “Pemerintah tampaknya juga tidak konsisten dengan janjinya, bahwa jika kemacetan mencapai 2 km tarif tol akan digratiskan. Buktinya, kemacetan sudah mencapai 28-42 km pun tidak digratiskan,” ketusnya.

Menurutnya, solusi efektif untuk memecah kemacetan arus mudik adalah menambah akses dan kapasitas angkutan umum masal, dan angkutan umum di daerah tujuan.

“Jadi ke depan bukan memperpanjang libur Lebaran dan atau bahkan akses jalan tol. Karena jalan tol justru karpet merah untuk merangsang mudik dengan kendaraan pribadi, dan endingnya adalah neraka kemacetan,” pungkasnya.(RAL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Penyaluran BBM Khusus Rp15 Ribu/Liter Buat Kapal 30-200 GT. Apa Saja Syaratnya?
NASIONAL

Penyaluran BBM Khusus Rp15 Ribu/Liter Buat Kapal 30-200 GT. Apa Saja Syaratnya?

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah tengah menyiapkan skema penyaluran solar dengan harga khusus Rp15...

Kemenkop memperkuat koperasi petani tebu untuk meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan mendukung swasembada gula nasional.
EKONOMI

Kemenkop Perkuat Koperasi Petani Tebu, Bidik Kesejahteraan dan Swasembada Gula

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat tata kelola koperasi petani tebu sebagai...

Pemerintah Pacu Industri Padat Karya Genjot Ekspor
EKONOMI

Pemerintah Pacu Industri Padat Karya Genjot Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memacu industri padat karya untuk menggenjot pasar ekspor dengan...

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter
NASIONAL

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter

Jakarta, hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi...