Home KESEHATAN BANYAK SEKOLAH PERAWAT SULIT DIPERTANGGUNGJAWABKAN
KESEHATANNASIONAL

BANYAK SEKOLAH PERAWAT SULIT DIPERTANGGUNGJAWABKAN

Share
Share

JAKARTA, HOTFOKUS – Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan, jumlah tenaga perawat di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Padahal negara ini memiliki UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Menurut Fahira, kesehatan merupakan hak dasar warga negara dan harus dipenuhi oleh pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan bangsa.

“Padahal UU-nya sudah jelas. Namun masih saja kekurangan tenaga medis,” kata senator asal DKI Jakarta itu saat rapat dengar pendapat dengan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di gedung DPD, Jakarta, Senin (18/9), sebagaimana siaran pers yang dilayangkan sekretariat para senator.

Di lapangan, timpal anggota DPD asal Maluku Utara Novita Anakotta, masih banyak tugas dokter yang dikerjakan oleh perawat. Padahal UU 38/2014 menyebut, perawat bukan kepanjangantangan dari dokter.

“Tugas perawat sudah sangat jelas dalam UU ini, namun kenyataan di lapangan berbeda,” tukasnya.

Anakotta juga menyoroti maraknya sekolah keperawatan yang sulit dipertanggungjawabkan. “Tumbuh suburnya sekolah keperawatan justru akan susah dipertanggungjawabkan,” tegas anggota Komite III DPD RI itu.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menjelaskan, berdasarkan data tenaga kesehatan pada September 2017 jumlah perawat di Indonesia berjumlah 309.017 orang. “Untuk D-III Keperawatan dan S1 paling banyak yaitu 235.461 jiwa,” tutur dia.

Ia mengatakan ratio perawat per 100 ribu penduduk tahun 2016 telah melebih target. Untuk target berdasarkan kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR) berjumlah 166,8. “Namun realisasinya telah mencapai 170,2,” ujar Nila.

Untuk pengembangan pelayanan keperawatan, telah dilakukan Program Indonesia Sehat. Perawat terlibat dalam pencapaian 12 indokator kesehatan melalui kunjungan rumah di wilayah kerja Puskesmas.

“Adapun pelayanan spesialistik dalam keperawatan kardiovaskuler, cancer, bencana, anak, dan psikiatrik,” kata Nila.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
NASIONAL

MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono meminta pengurus...

NASIONAL

Kementan Kejar Cetak Sawah 13.000 Hektare, Target Swasembada Pangan Digenjot

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan...

NASIONAL

DAM Kuasai Empat Manajer Investasi BUMN, AUM Tembus Rp170 Triliun

Jakarta, hotfokus.com PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih pengendalian PT...

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021 Bergantung Perkembangan Varian Delta
NASIONAL

Menko Perekonomian Ingin Proyek Strategis Dikerjakan Engineers Lokal

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memacu sinergi kementerian/lembaga untuk melakukan rekayasa industri agar bisa...