Jakarta, Hotfokus.com
Pemerintah mulai menggeber pembiayaan perumahan agar Program 3 Juta Rumah berjalan lebih cepat. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong penyaluran kredit agar semakin luas, mudah, murah, transparan, dan tepat sasaran.
Menteri PKP Maruarar Sirait meminta proses pembiayaan perumahan berjalan cepat sekaligus bebas pungutan liar. Karena itu, pemerintah akan mengecek langsung proses Kredit Program Perumahan (KPP) kepada para nasabah.
“Kita harus mengecek langsung proses KUR Perumahan ini kepada nasabah dan harus memastikan prosesnya cepat, murah dan mudah serta tidak ada pungli,” ujar Maruarar dalam pernyataannya, Selasa (6/10/2026).
Plafon Pembiayaan Diusulkan Rp50 Triliun
Pemerintah juga berupaya memperbesar kapasitas pembiayaan perumahan. Target plafon KPP 2026 yang sebelumnya mencapai Rp36 triliun kini mendapat usulan peningkatan hingga Rp50 triliun dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Hingga 3 Oktober 2026, realisasi KPP sudah mencapai Rp26,78 triliun. Pembiayaan tersebut mengalir kepada 112.713 debitur atau setara 69,62% dari target Rencana Teknis Perbankan (RTP).
Program tersebut saat ini mendapat dukungan dari 29 bank. Jaringannya mencakup Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga bank swasta.
Menurut Maruarar, percepatan pembiayaan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perbankan, pengembang, kontraktor, toko bangunan, serta pelaku UMKM juga perlu bergerak bersama agar manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat.
Jawa Barat Sudah Salurkan Rp4,19 Triliun
Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan realisasi KPP yang cukup besar. Hingga periode pelaporan, penyalurannya mencapai Rp4,19 triliun atau sekitar 64,88% dari target.
Bank BJB menjadi salah satu bank yang ikut menyalurkan pembiayaan tersebut. Bank BJB menargetkan penyaluran KPP sebesar Rp500 miliar sepanjang 2026.
Hingga awal Oktober 2026, realisasi Bank BJB sudah mencapai Rp90,7 miliar kepada 179 debitur. Selanjutnya, bank tersebut menargetkan ekspansi pembiayaan kepada 1.286 debitur dengan alokasi Rp500 miliar.
Dengan dorongan pemerintah dan perluasan jaringan perbankan, percepatan pembiayaan perumahan kini menjadi salah satu kunci untuk mendorong Program 3 Juta Rumah sekaligus membuka akses hunian yang lebih luas bagi masyarakat. (SA/GIT)
Leave a comment