Bekasi, hotfokus com
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan basis manufaktur guna mendongkrak kapasitas produksi, nilai tambah serta substitusi impor. Karenanya dibutuhkan investasi.
“Investasi ini penting untuk menghadirkan meningkatkan kapasitas produksi dan teknologi manufaktur baru,” kata Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat meresmikan Shell Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, Selasa (15/9/2026).
Menteri menegaskan penguatan
basis manufaktur ini sejalan dengan kinerja positif industri pengolahan non-migas (IPNM). Pada triwulan II-2026, IPNM tumbuh 5,32 persen (y-o-y) atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen.
“Kinerja manufaktur nasional tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan kepercayaan para pelaku industri yang terus memperkuat kegiatan produksinya di Indonesia,” jelas Agus.
Ia menilai keterkaitan investasi dengan industri nasional menjadi aspek penting dalam penguatan ekosistem manufaktur.
Selain itu, menteri menambahkan keterlibatan vendor domestik menjadi pondasi yang baik untuk membangun ekosistem rantai pasok yang semakin kuat di dalam negeri.
Ke depan, local sourcing dapat terus diperluas, terutama untuk bahan baku, kemasan dan jasa industri. “Sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas melalui tumbuhnya industri pendukung dan kegiatan ekonomi di sepanjang rantai pasok,” jelas menteri. (bi)
Leave a comment