Serang, hotfokus.com
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap transisi ekonomi hijau bakal melahirkan profesi baru seperti teknisi panel surya, teknisi turbo hingga tenaga yang memiliki ketrampilan smart farming.
“Pengembangan energi surya diproyeksikan juga membuka kebutuhan tenaga kerja dan industri pendukung dalam skala besar,” katanya saat acara Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026, di Kota Serang, Selasa (1/9/2026).
Karenanya, menko menjelaskan pemerintah mendorong program pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 giga watt (GW). Saat ini, kapasitas listrik nasional berada di sekitar 88 GW.
Sementara di sisi industri, kapasitas produksi panel surya nasional telah mendekati 11 GW, sehingga meningkatnya kebutuhan energi terbarukan akan turut membutuhkan kesiapan tenaga kerja dengan kompetensi yang relevan.
Untuk itu, pemerintah terus memperkuat pelatihan vokasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan angkatan kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan perubahan kebutuhan dunia kerja,” tandasnya.
Airlangga mengungkap penguatan pelatihan vokasi juga tak terlepas dari kebutuhan untuk memastikan pertumbuhan investasi diikuti dengan kesiapan tenaga kerja. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen (YoY) dan setara dengan 49,5 persen dari target. Investasi tersebut turut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja secara nasional.

Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah menurun menjadi 4,65 persen. Namun, tantangan struktural masih perlu menjadi perhatian karena sekitar 67 persen dari total pengangguran berasal dari kelompok generasi muda atau sekitar 4,8 juta orang. “Kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya pelatihan vokasi dalam mengurangi kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri,” katanya. (bi)
Leave a comment