JAKARTA, Hotfokus.com
Pertamina UMK Academy 2026 mencatat lonjakan peminat. Lebih dari 4.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK) mendaftarkan diri sebelum pendaftaran resmi berakhir pada 31 Agustus 2026.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah pendaftar pada pelaksanaan 2025. Pendaftaran sendiri berlangsung selama 21–31 Agustus 2026.
Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku UMK yang ingin memperkuat kapasitas bisnis. Setelah pendaftaran berakhir, Pertamina akan melakukan kurasi dan verifikasi administrasi untuk menentukan peserta yang lolos.
4.000 UMK Incar Program Pertamina
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan antusiasme tersebut menunjukkan kuatnya keinginan pelaku usaha untuk berkembang.

“Antusiasme pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya,” ujar Baron.
Menurut dia, Pertamina UMK Academy tidak hanya memberikan materi pembelajaran. Peserta juga memperoleh pendampingan agar mampu menerapkan pengetahuan tersebut sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.
Program yang mulai berjalan sejak 2020 ini menerapkan pembinaan dalam dua jenjang, yakni regional dan nasional. Peserta tahap regional mendapatkan materi pengelolaan bisnis, praktik sesuai sektor usaha, serta pemantauan dari tim akselerator dan mentor.
Peserta yang lolos ke tingkat nasional kemudian memperoleh pendampingan lebih intensif melalui empat kelas utama, yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Pertamina juga memberikan materi tambahan berupa Go Green dan Go Aggregator.
Baron mengatakan Pertamina menyesuaikan materi dengan kondisi dan kesiapan setiap peserta.
“Silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur,” katanya.
Alumni Buktikan UMK Bisa Naik Kelas
Pertamina UMK Academy telah mendampingi ribuan pelaku usaha selama enam tahun. Program tersebut mencakup pelatihan, praktik pemasaran, coaching, penguatan legalitas dan sertifikasi, hingga akses pasar.
Salah satu alumni, Lidya SP dari Besolek, menjadi Juara I kelas Go Modern Pertamina UMK Academy 2025. Setelah mengikuti pembinaan, ia memperbaiki pengelolaan produksi dan keuangan, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat pemasaran digital.
“Pengelolaan produksi dan keuangan menjadi lebih rapi, proses produksi makin efisien sehingga zero waste makin optimal,” kata Lidya.
Pertamina berharap program 2026 kembali melahirkan pelaku UMK yang mampu beradaptasi dengan teknologi, memperkuat tata kelola, dan memperluas pasar. (*)
Leave a comment