Jakarta, hotfokus.com
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,12 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan yang menyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 2,67 persen dengan laju 5,06 persen.
Kinerja konsumsi rumah tangga ditopang oleh meningkatnya konsumsi per kapita kelompok hotel dan restoran, kebijakan pengendalian inflasi, serta stimulus pemerintah berupa diskon tiket transportasi saat liburan sekolah dan pembayaran gaji ke-13 bagi ASN/TNI/Polri serta pensiunan.
“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada hotel bintang mencapai 51,29 persen, meningkat dari triwulan II-2025 sebesar 48,42 persen,” ujar jelas Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8).
Komponen lain yang mendorong pertumbuhan adalah PMTB yang tumbuh 6,87 persen, serta konsumsi pemerintah yang melonjak 15,97 persen. Dari sisi lapangan usaha, kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

Industri pengolahan tumbuh 4,52 persen, terutama ditopang oleh industri makanan-minuman, barang elektronik, serta kimia dan farmasi. “Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” katanya. (DIN/GIT)
Leave a comment