Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) memulai penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra. Program ini menjadi implementasi teknologi CEOR lepas pantai pertama di Indonesia untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan minyak yang telah memasuki fase matang (mature field).
Melalui metode polymer flooding, PHE OSES menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir guna meningkatkan efisiensi penyapuan minyak sehingga produksi dapat berlangsung lebih optimal. Perusahaan menargetkan proyek tersebut memberikan manfaat maksimal hingga 2030.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan inovasi teknologi menjadi solusi menjaga produktivitas lapangan migas yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Menurutnya, penerapan CEOR menunjukkan bahwa lapangan mature masih memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menilai injeksi polimer di Lapangan Rama menjadi pencapaian penting bagi industri hulu migas Indonesia. Ia berharap penerapan CEOR mampu meningkatkan recovery factor sekaligus mendorong kenaikan lifting minyak nasional.

Ke depan, PHE OSES menargetkan proyek ini menjadi acuan pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan lepas pantai lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi migas domestik sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia. (*)
Leave a comment