Jakarta, hotfokus.com
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan peningkatan layanan menjadi komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat saat bertransaksi di SPBU.
PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kualitas pelayanan di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) melalui modernisasi fasilitas, pengawasan mutu produk, serta peningkatan kenyamanan bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, program Retail Make Over (RMO) menjadi salah satu langkah nyata untuk menciptakan fasilitas yang lebih modern sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin baik bagi masyarakat. Melalui program Retail Make Over (RMO), kami meningkatkan fasilitas SPBU agar lebih nyaman dan modern,” ujar Kitty.
Sejak 2023, perusahaan telah merevitalisasi sebanyak 1.920 SPBU yang tersebar di berbagai daerah. Pembaruan tersebut dilakukan untuk meningkatkan standar pelayanan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan.
Tak hanya fokus pada fasilitas, Pertamina Patra Niaga juga memastikan kualitas Pertamax tetap memenuhi spesifikasi pemerintah dengan nilai Research Octane Number (RON) 92. Pengawasan mutu dilakukan secara berlapis, mulai dari terminal penyimpanan, proses distribusi, hingga produk diterima konsumen di SPBU.
Menanggapi isu mengenai harga BBM non subsidi, Kitty menegaskan mekanisme penetapan harga mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah dan disesuaikan dengan dinamika harga pasar.
“Pada prinsipnya, harga eceran BBM non subsidi mengikuti formula harga yang telah ditetapkan Pemerintah dan mengikuti perkembangan harga pasar,” katanya.

Ia menambahkan, evaluasi harga BBM non subsidi dilakukan secara berkala setiap bulan, kecuali apabila terdapat kebijakan khusus yang ditetapkan pemerintah. (*)
Leave a comment