Jakarta, hotfokus.com
PT Patra Logistik terus mempercepat transformasi digital di sektor logistik energi dengan menerapkan sistem Vendor Held Stock (VHS) untuk pengelolaan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah operasi hulu migas Kalimantan. Sistem yang mulai dioperasikan sejak penghujung 2025 tersebut mendukung layanan bagi Pertamina EP melalui penugasan dari Pertamina Patra Niaga.
Selama periode evaluasi Januari hingga Maret 2026, implementasi digitalisasi di lima area layanan, yakni Sanga-Sanga, Sangatta, Tanjung, Tarakan, dan Bunyu, mencatat akurasi data hingga 100 persen antara laporan sistem dan kondisi stok di lapangan.
Area Manager Region Kalimantan PT Patra Logistik, Soleh Ridwan, mengatakan kehadiran platform digital membuat proses pengawasan stok menjadi lebih cepat dan efisien dibanding metode pencatatan manual yang sebelumnya digunakan.
“Dengan sistem ini, kami tidak lagi mengelola data stok secara manual di setiap lokasi. Semua terpantau real-time, dan kami bisa memastikan pasokan BBM untuk operasional pelanggan berjalan tanpa gangguan,” ujar Soleh.
Perusahaan saat ini menangani distribusi dan pengelolaan lebih dari 9,7 juta liter BBM setiap tahun untuk menunjang operasional alat berat, genset, serta kendaraan di area eksplorasi dan produksi migas.

Direktur Operasi & Pemasaran PT Patra Logistik, Joko Priyambodo, menegaskan digitalisasi VHS menjadi fondasi penting dalam penguatan layanan logistik energi perusahaan.
“Digitalisasi VHS adalah bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan kepada Pertamina Patra Niaga. Sistem ini akan menjadi backbone pengelolaan stok energi yang kami terapkan secara konsisten di seluruh wilayah operasional Patra Logistik,” kata Joko.
Ke depan, Patra Logistik berencana memperluas implementasi sistem digital tersebut ke berbagai wilayah operasional lainnya sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan stok dan memperkuat layanan logistik energi nasional. (*)
Leave a comment