Jakarta, Hotfokus.com
PT Pertamina (Persero) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai gejolak global yang berpotensi memengaruhi sektor energi nasional. Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memastikan ketahanan energi tetap terjaga.
Arahan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) yang membahas perkembangan lingkungan bisnis global serta evaluasi tingkat risiko di lingkungan anak perusahaan Pertamina Group.
Menurut Iriawan, industri energi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik, pergerakan harga minyak dunia yang fluktuatif, gangguan rantai pasok internasional, hingga dinamika nilai tukar menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius.

Dalam situasi tersebut, Pertamina tidak hanya berperan sebagai entitas bisnis, tetapi juga mengemban tanggung jawab strategis untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Ia menilai profil risiko perusahaan kini telah berkembang lebih luas dan tidak lagi terbatas pada aspek operasional. Risiko finansial dan kebijakan menjadi faktor yang harus mendapat perhatian khusus dalam setiap pengambilan keputusan.
Karena itu, Iriawan meminta sistem manajemen risiko di lingkungan Pertamina berkembang menjadi instrumen yang mampu mendeteksi potensi ancaman lebih awal.

“Sistem tersebut harus bertransformasi menjadi sistem peringatan dini yang mampu memberikan visibilitas risiko terintegrasi bagi arah perusahaan, direksi dan komisaris dalam mengambil keputusan strategi demi menjaga keberlangsungan perusahaan serta ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Selain itu, Iriawan mengingatkan seluruh subholding dan anak usaha untuk memperkuat kolaborasi internal. Menurutnya, keberhasilan Pertamina ke depan bergantung pada kemampuan seluruh entitas bekerja secara terpadu dan saling mendukung.
“Saya ingin menegaskan bahwa sinergi bisnis Pertamina Group harus dijalankan secara nyata, bukan hanya konsep organisasi,” tegasnya. (*)
Leave a comment