Denpasar, hotfokus.com
Upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus pemanfaatan energi ramah lingkungan terus dilakukan Pertamina melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB). Salah satu implementasinya terlihat di kawasan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali, melalui program Uma Palak Lestari yang kini menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Keberhasilan program tersebut menarik perhatian jajaran Komisaris Pertamina. Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang bersama Komisaris Independen Condro Kirono turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan program yang memadukan sektor pertanian, energi terbarukan, serta pariwisata berbasis komunitas.
Sebelum program berjalan, para petani di wilayah tersebut kerap menghadapi masalah kekurangan air, terutama saat musim kemarau berkepanjangan. Kondisi itu berdampak pada hasil produksi pertanian dan pendapatan masyarakat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina menghadirkan sistem pengairan yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan pembangkit mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Infrastruktur tersebut kini mendukung kebutuhan irigasi di lahan pertanian seluas 103 hektare.
Selain memperkuat pasokan air, teknologi energi bersih yang diterapkan juga mampu mengurangi emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq setiap tahun. Pertamina turut memperkenalkan sistem irigasi digital dan penggunaan peralatan pertanian bertenaga listrik guna meningkatkan efisiensi kerja petani.
Hasilnya mulai terlihat. Produktivitas sawah meningkat dari rata-rata 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Petani juga memperoleh manfaat ekonomi melalui penghematan biaya listrik yang mencapai Rp44 juta setiap tahun.
Nanik mengungkapkan bahwa kondisi petani mengalami perubahan signifikan dibanding beberapa tahun lalu.

“Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat,” ujarnya.
Tak hanya mengembangkan sektor pertanian, program Uma Palak Lestari juga membuka peluang baru melalui kawasan ekowisata dan eduwisata. Berbagai fasilitas seperti area hijau, jalur jogging, kafe, hingga area berkemah dibangun untuk menarik kunjungan wisatawan.
Saat ini kawasan tersebut mampu mendatangkan sekitar 72 ribu wisatawan setiap tahun. Kehadiran aktivitas wisata tersebut ikut menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.
Program ini telah menjangkau 408 penerima manfaat, termasuk puluhan petani perempuan. Sementara itu, pengembangan padi organik varietas Mentik Susu di lahan seluas 5 hektare mampu menghasilkan omzet hingga Rp476 juta per tahun.
Condro Kirono menilai program pemberdayaan seperti ini penting untuk memastikan manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar wilayah operasional.

Apresiasi juga datang dari Ketua KUB Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana. Menurutnya, dukungan dan pendampingan yang diberikan Pertamina sejak 2021 berhasil meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kesejahteraan anggota kelompok tani dan warga sekitar. (*)
Leave a comment