Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat cadangan pakan ternak nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang berpotensi memengaruhi ketersediaan hijauan pakan di berbagai daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas ternak, menjamin pasokan protein hewani, serta memastikan aktivitas usaha peternakan tetap berjalan optimal sepanjang tahun.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pakan menjadi salah satu faktor utama dalam membangun sektor peternakan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan pakan yang terjaga akan mendukung produktivitas ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Karena itu, Kementerian Pertanian terus memperkuat cadangan pakan, mengembangkan Bank Pakan, serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal agar peternak tetap dapat berproduksi secara optimal di tengah berbagai dinamika iklim,” ujar Amran, Rabu (3/6/2026).
Kementan menilai penguatan cadangan pakan tidak kalah penting dibanding peningkatan populasi dan produksi ternak. Sebab, ketersediaan pakan sepanjang tahun menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan peternakan nasional.
Upaya tersebut juga dilakukan menyusul informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau lebih panjang dibanding kondisi normal.
Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Tri Melasari, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar kebutuhan pakan tetap terpenuhi di daerah yang terdampak perubahan cuaca dan iklim.
“Pemerintah berkomitmen memastikan kebutuhan pakan ternak tetap terpenuhi, terutama bagi peternak yang berada di daerah terdampak bencana,” kata Tri.

Melalui penguatan cadangan pakan dan pengembangan Bank Pakan, pemerintah berharap sektor peternakan tetap produktif serta mampu menjaga ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. (SA/GIT)
Leave a comment