Semarang, hotfokus.com
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyalurkan 116 ton jagung seharga Rp5.500/Kg kepada peternak unggas. Langkah ini untuk menekan tingginya biaya produksi yang dihadapi para peternak.
“Ini langkah intervensi pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak di tengah fluktuasi biaya pakan dan turunnya harga telur ayam ras,” kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, dalam keterangannya seperti dikutip Selasa (12/5/2026).
Saat ini, ia mengungkap harga jagung di tingkat peternak sudah di atas Rp6.000/Kg. Bahkan ada yang mencapai Rp 6.600/Kg.
Karenanya, pemerintah harus intervensi melalui SPHP jagung seharga Rp5.000/Kg. Sehingga harga maksimal di tingkat peternak Rp5.500/Kg. “Dengan demikian, peternak bisa menekan beban biaya produksi,” jelasnya.
Maino menegaskan SPHP jagung ini diprioritaskan untuk peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah. Sebab mereka selama ini paling rentan terdampak kenaikan biaya pakan.

“Pemerintah menilai kelompok peternak perlu mendapat perlindungan agar mereka mampu bertahan di tengah tekanan harga produksi dan fluktuasi pasar,” tandasnya. (bi)
Leave a comment