Yogyakarta, hotfokus.com
Universitas Gadjah Mada menetapkan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) periode 2026–2031. Keputusan itu diambil dalam Rapat Pleno Khusus Senat Akademik UGM yang digelar Jumat (24/4/2026).
Masuknya Suroso ke jajaran MWA dinilai memberi warna baru dalam penguatan tata kelola kampus, terutama dengan hadirnya perspektif industri, transisi energi, dan pembangunan berkelanjutan dalam arah kebijakan universitas.
Suroso menyambut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar sekaligus peluang untuk ikut berkontribusi bagi pengembangan pendidikan tinggi nasional.
Ia menegaskan komitmennya mendukung UGM terus berkembang sebagai perguruan tinggi unggulan yang mampu memberi dampak luas bagi masyarakat dan bangsa.
Pemilihan anggota MWA kali ini menjadi bagian dari pergantian kepengurusan lima tahunan. Sebanyak 16 anggota MWA UGM periode baru resmi ditetapkan melalui rangkaian penjaringan, seleksi, hingga pemungutan suara yang berlangsung sesuai ketentuan.
Ketua Ad Hoc Pemilihan Anggota MWA UGM, Prof Deendarlianto, mengungkapkan partisipasi dalam proses pemilihan berlangsung tinggi. Dari total 88 anggota Senat Akademik, sebanyak 82 anggota menggunakan hak suara.
Menurutnya, seluruh tahapan berjalan sesuai regulasi dan mendapat persetujuan pleno.
Komposisi MWA yang baru juga merepresentasikan berbagai unsur penting, mulai dari tokoh masyarakat, alumni, dosen, mahasiswa hingga tenaga kependidikan. Formasi ini diharapkan memperkuat fungsi MWA dalam mengawal arah pengembangan institusi ke depan.
Sebagai salah satu organ strategis universitas, Majelis Wali Amanat memiliki peran penting dalam menetapkan kebijakan umum, melakukan pengawasan bidang non-akademik, serta mendukung agenda pengembangan kampus.
Kehadiran Suroso dinilai turut memperkuat koneksi antara dunia akademik dan kebutuhan industri, terutama dalam isu energi baru terbarukan yang kini menjadi perhatian global.

Penetapan anggota MWA periode 2026–2031 sekaligus menandai fase baru penguatan tata kelola UGM, dengan harapan mampu mendorong transformasi universitas yang lebih adaptif dan relevan terhadap tantangan masa depan. (*)
Leave a comment