Home EKONOMI Arab Saudi Larang Impor Unggas RI Mulai 1 Maret 2026, Ini Alasannya
EKONOMI

Arab Saudi Larang Impor Unggas RI Mulai 1 Maret 2026, Ini Alasannya

Share
Arab Saudi Larang Impor Unggas RI Mulai 1 Maret 2026, Ini Alasannya
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan impor unggas dan telur dari Indonesia mulai 1 Maret 2026. Kebijakan ini tertuang dalam regulasi Saudi Food and Drug Authority (SFDA) Nomor 6057.

Secara keseluruhan, SFDA melarang impor produk unggas dan telur dari 40 negara secara penuh serta 16 negara secara parsial. Indonesia masuk dalam daftar terbaru yang terkena pembatasan.

Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menegaskan kebijakan tersebut tidak berkaitan dengan isu halal. Menurutnya, Arab Saudi fokus pada pemenuhan standar mutu, kesehatan, serta regulasi produk yang beredar di pasar domestik.

“Larangan impor ini tidak berkaitan dengan isu halal, tetapi lebih kepada isu pemenuhan kualitas mutu untuk memenuhi persyaratan kesehatan, regulasi, dan standar yang berlaku,” ujar Zulvri, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, sertifikat halal Indonesia sudah mendapat pengakuan resmi dari Arab Saudi sejak penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Saudi Food and Drug Authority pada 19 Oktober 2023.

Lebih lanjut, Zulvri melihat kebijakan ini sebagai momentum bagi Indonesia untuk memperbarui status bebas flu burung. Hingga kini, Indonesia belum kembali mengekspor unggas dan telur ke Arab Saudi karena belum mengantongi status bebas avian influenza berdasarkan laporan terbaru World Organization for Animal Health per 28 Januari 2026.

Jika Indonesia segera memperoleh kembali status bebas flu burung, peluang pembukaan akses pasar akan semakin besar. Zulvri juga mengingatkan risiko persaingan. Negara ASEAN seperti Thailand dan Singapura tidak masuk dalam daftar larangan, sehingga berpotensi mengisi pangsa pasar yang kosong.

SFDA sendiri akan terus mengevaluasi daftar larangan impor sesuai perkembangan laporan kesehatan hewan global, khususnya terkait wabah flu burung yang sangat patogen. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Mentan Pacu Produksi 3 Juta Ton Gula

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional dalam dua...

BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap Di Level 5,75 Persen
EKONOMI

BI Tahan Suku Bunga Acuan Tetap Di Level 5,75 Persen

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat bunga acuan (BI-Rate)...

EKONOMI

Defisit APBN Sangat Kecil, Purbaya Optimis Terhadap Prospek Ekonomi Indonesia

Jakarta, hotfokus.com Kinerja fiskal Indonesia pada semester I 2026 menunjukkan ketahanan yang...

Kemenkop memperkuat koperasi petani tebu untuk meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan mendukung swasembada gula nasional.
EKONOMI

Kemenkop Perkuat Koperasi Petani Tebu, Bidik Kesejahteraan dan Swasembada Gula

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat tata kelola koperasi petani tebu sebagai...