Home NASIONAL Harga Pupuk Turun 20%! Menko Pangan Ungkap Reformasi Ini Bikin Petani Diuntungkan
NASIONAL

Harga Pupuk Turun 20%! Menko Pangan Ungkap Reformasi Ini Bikin Petani Diuntungkan

Share
Harga pupuk bersubsidi turun 20% tanpa tambah anggaran. Menko Pangan sebut reformasi ini langkah bersejarah bagi petani.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kabar besar datang dari sektor pangan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti penurunan harga pupuk bersubsidi yang dinilai sebagai terobosan langka dan berdampak langsung bagi petani. Di tengah tekanan biaya produksi, harga pupuk justru turun hingga 20% tanpa menambah beban anggaran negara.

Zulkifli Hasan menyebut kebijakan ini lahir dari reformasi tata kelola pupuk yang digerakkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Pemerintah tetap menjaga besaran subsidi, namun membenahi sistem dan regulasi agar penyaluran lebih efisien, transparan, serta tepat sasaran.

Hasilnya langsung terasa di lapangan. Harga pupuk urea bersubsidi kemasan 50 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp112.500, kini turun menjadi sekitar Rp90.000. Penurunan ini berlaku merata untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.

“Baru pertama kali terjadi selama pemerintahan Republik Indonesia pupuk turun. Turunnya enggak sedikit, 20 persen. Jadi misalnya itu urea 50 kilogram Rp112.500 sekarang Rp90.000. Turun 20 persen seluruh pupuk subsidi,” tegas Zulkifli Hasan, Selasa (13/1/2026).

Menurut Zulhas, langkah ini menunjukkan reformasi kebijakan mampu menghadirkan manfaat nyata tanpa menguras APBN. Perubahan tata kelola membuat rantai distribusi lebih ringkas sekaligus menekan potensi inefisiensi yang selama ini membebani harga di tingkat petani.

Tak hanya berdampak jangka pendek, reformasi tersebut juga membuka peluang strategis ke depan. Zulkifli Hasan menilai kebijakan baru di sektor pupuk memungkinkan pembangunan hingga tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun. Pergeseran skema dari cost plus ke market to market dinilai meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing industri pupuk nasional.

Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau, petani memperoleh ruang napas untuk meningkatkan produktivitas. Di sisi lain, pemerintah mengirim sinyal kuat bahwa reformasi kebijakan pangan bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar terasa di sawah dan ladang. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
NASIONAL

MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono meminta pengurus...

NASIONAL

Kementan Kejar Cetak Sawah 13.000 Hektare, Target Swasembada Pangan Digenjot

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan...

NASIONAL

DAM Kuasai Empat Manajer Investasi BUMN, AUM Tembus Rp170 Triliun

Jakarta, hotfokus.com PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih pengendalian PT...

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021 Bergantung Perkembangan Varian Delta
NASIONAL

Menko Perekonomian Ingin Proyek Strategis Dikerjakan Engineers Lokal

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memacu sinergi kementerian/lembaga untuk melakukan rekayasa industri agar bisa...