Aceh Tamiang, hotfokus.com
Pemulihan Aceh Tamiang kian ngebut. Lebih dari 1.000 Praja IPDN diterjunkan untuk mempercepat kebangkitan wilayah pascabencana, tidak hanya di sektor pemerintahan, tetapi juga langsung menyasar pelaku UMKM yang terdampak.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Menurutnya, kehadiran Praja IPDN memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal. “Mereka tidak hanya membantu pembersihan infrastruktur dan pemulihan pelayanan publik, tetapi juga turun langsung membersihkan toko dan warung UMKM yang terdampak bencana,” ujar Maman, Selasa (6/1/2026).
Maman menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar roda ekonomi cepat berputar kembali. Ia juga memperkenalkan program Klinik UMKM Bangkit yang menawarkan tiga layanan utama, yakni akses pembiayaan, pendampingan produksi lokal, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah. Pemerintah, lanjutnya, menyiapkan relaksasi utang bagi UMKM terdampak agar pelaku usaha bisa fokus bangkit. “Kami ingin menenangkan pengusaha UMKM lebih dulu, supaya mereka tidak terbebani utang setelah bencana,” tegasnya.
Dari sisi pemerintahan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya fungsi birokrasi sebagai fondasi pemulihan. “Indikator normal itu ketika pemerintahan berjalan dengan baik. Kalau pemerintahnya berjalan, pemulihan akan jauh lebih cepat,” kata Tito.
Ia menambahkan, kebangkitan ekonomi menjadi simbol paling nyata dari proses pemulihan. “Kita bisa melihatnya dari pasar, toko, warung, restoran, hingga hotel yang kembali buka,” ujar Tito.

Dengan dukungan ribuan Praja IPDN dan program pemulihan UMKM, Aceh Tamiang diharapkan segera bangkit dan kembali menggerakkan ekonomi daerah. (*)
Leave a comment