Home EKONOMI Tarif Impor AS untuk Produk RI Turun Jadi 19%, Berlaku 1 Agustus?
EKONOMI

Tarif Impor AS untuk Produk RI Turun Jadi 19%, Berlaku 1 Agustus?

Share
Tarif Impor AS untuk Produk RI Turun Jadi 19%, Berlaku 1 Agustus?
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Pemerintah Indonesia berhasil menekan tarif impor Amerika Serikat (AS) untuk produk-produk asal Tanah Air. Dari sebelumnya 32%, kini disepakati menjadi 19%. Namun, kapan tarif baru itu resmi berlaku masih jadi pertanyaan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa Indonesia menunjukkan respons cepat saat kebijakan tarif diumumkan AS pada April 2025 lalu. Delegasi Indonesia disebut membawa dokumen lengkap dan penawaran yang solid dalam negosiasi.

“Indonesia dianggap cukup responsif. Awal April lalu kita ke sana membawa dokumen yang lengkap, membawa penawaran yang lengkap,” ujar Susiwijono, dikutip Kamis (24/7/2025).

Tarif 19% seharusnya mulai berlaku efektif per 1 Agustus 2025, sesuai aturan yang berlaku. Namun, ada pengecualian bagi Indonesia. Selama proses negosiasi lanjutan masih berjalan dan belum ada joint statement resmi antara kedua negara, maka tarif baru belum akan diberlakukan.

“Kalau kita belum publish joint statement bersama sampai 1 Agustus, maka masih berlaku tarif MFN plus 10%. Setelah itu, baru kena MFN plus 19%,” jelasnya.

MFN atau Most Favoured Nation adalah standar tarif dasar yang dikenakan pada negara mitra dagang yang tidak memiliki perjanjian khusus. Tambahan tarif ini merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan perdagangan AS terhadap beberapa negara, termasuk Indonesia.

Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa fokus perdagangan Indonesia tidak semata soal kebijakan tarif AS. Menurut Susiwijono, strategi nasional juga mencakup perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional, substitusi impor bertahap, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing ekspor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tren proteksionisme yang menguat. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap...

EKONOMI

Pundi Cadangan Devisa Kian Tebal 156,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Pundi cadangan devisa (cadev) pemerintah akhir Desember 2025 makin tebal....

PPN DTP dorong pasar properti. Rumah123 catat permintaan hunian baru naik 16,8% sepanjang 2025.
EKONOMI

Marketplace Properti Ungkap Efek Nyata PPN DTP, Permintaan Naik Dua Digit

Jakarta, hotfokus.com Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali membuktikan...