Home Uncategorized Begini Sikap YLKI Terkait Kebijakan Kuota Susu Lokal oleh Pemerintah
Uncategorized

Begini Sikap YLKI Terkait Kebijakan Kuota Susu Lokal oleh Pemerintah

Share
YLKI: Pengenaan PPN pada Bahan Pangan Tidak Manusiawi
Share

Jakarta, hotfokus.com –

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah khususnya Kemnetrian Koperasi untuk meninjau ulang dan mengevaluasi segera kebijakan pembatasan kuota susu lokal dan juga bea masuk 0% susu impor.

“Hal ini penting guna mendukung produksi susu lokal serta penyerapannya oleh industri susu nasional,” kata Plt Ketua Pengurus Harian YLKI, Indah Suksmaningsih dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (14/11).

Pada kesempatan itu, Indah juga menyampaikan beberapa kritik terkait kebijakan pembatasan kuota susu yang masuk ke pabrik atau Industri Pengolahan Susu (IPS). Ia menilai, Menteri Koperasi kurang memahami Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan kebijakan bea masuk 0% dan pembatasan kuota susu lokal, Menkop nampak cenderung lebih mendukung para pengusaha importir dibanding produsen susu lokal,” cetusnya.

Menurut Indah, jika terus mempertahankan kebijakan ini, maka Menkop seakan hanya menjadi makelar susu dan tidak berdiri di atas jabatannya.

“Dengan kebijakan yang timpang ini, para peternak susu hanya diarahkan pemerintah untuk berproduksi saja tanpa memikirkan pasarnya, karena harga susu impor yang lebih murah,” ujarnya.

Sebelumnya dalam beberapa hari ini khalayak ramai dikejutkan dengan sebuah kejadian yang mengherankan. Di Boyolali Jawa Tengah, para peternak dan penghasil susu membuang susu hasil perahan mereka. Bahkan sebagian di antaranya digunakan untuk mandi.

Tentu saja ini adalah bentuk demonstrasi kekecewaan mereka terhadap kebijakan yang dianggap merugikan mereka, yaitu pembatasan kuota susu yang masuk ke pabrik atau Industri Pengolahan Susu (IPS).

Bahkan Menteri Koperasi Budi Arie sudah membenarkan tentang tingginya impor susu sapi ke tanah air dari Australia dan Selandia Baru dan juga bea masuk 0% untuk susu impor yang menyebabkan susu impor juga 5% lebih murah daripada susu lokal.(Ral)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kilang Balikpapan Naik Kelas! RFCC Complex Dorong Produksi BBM Euro 5
Uncategorized

Kilang Balikpapan Naik Kelas! RFCC Complex Dorong Produksi BBM Euro 5

Jakarta, hotfokus.com Proyek modernisasi Kilang Balikpapan kian menunjukkan tajinya. Residual Fluid Catalytic...

Gasifikasi Batu Bara Jadi Andalan! Pertamina–MIND ID Dorong DME untuk Tekan Impor LPG
Uncategorized

Gasifikasi Batu Bara Jadi Andalan! Pertamina–MIND ID Dorong DME untuk Tekan Impor LPG

Jakarta, hotfokus.com PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

Menkeu: Bukan Sekadar Ganti Sopir. LPEI Harus Lakukan Pembenahan
Uncategorized

Menkeu: Bukan Sekadar Ganti Sopir. LPEI Harus Lakukan Pembenahan

Jakarta, hotfokus.com Pergantian pejabat baru di lingkungan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)...

KKP: Bangun 65 Kampung Nelayan Serap 17.550 Pekerja
Uncategorized

KKP: Bangun 65 Kampung Nelayan Serap 17.550 Pekerja

Jakarta, hotfokus.com Wow, Ribuan pekerja diserap dalam program pembangunan 65 Kampung Nelayan...