Home Uncategorized Meriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Pertamina Gelar Pengibaran Bendera Bawah Laut hingga Pemberian Beasiswa
Uncategorized

Meriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, Pertamina Gelar Pengibaran Bendera Bawah Laut hingga Pemberian Beasiswa

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pertamina Group menggelar berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mulai dari pengibaran bendera merah putih di bawah laut dan pelestarian ekosistem maritim, aksi bersih-bersih Ciliwung, workshop strategi pengembangan usaha untuk keluarga sejahtera hingga pemberian beasiswa.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengatakan berbagai kegiatan TJSL dilakukan Pertamina untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, sebagai bagian dari rasa syukur atas Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sebagai BUMN, Pertamina komitmen terus menjalankan program TJSL yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan keberlangsungan ekosistem di seluruh wilayah operasi Perusahaan,” ujar Fadjar.

Selama bulan Agustus, imbuh Fadjar, Pertamina menggelar berbagai kegiatan spesial sebagai bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan yang dirasakan bangsa Indonesia.

Diantaranya, yakni PT Pertamina International Shipping (PIS) yang merayakan HUT RI ke-79 dengan melakukan pengibaran bendera merah putih di bawah laut dilanjutkan aksi transplantasi terumbu karang demi menjaga ekosistem dan kelestarian di kawasan Gili Trawangan.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (17/8), bertema “‘BerSEAnergi untuk Laut’ yaitu program keberlanjutan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan pengibaran bendera merah putih di bawah laut juga dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas Pertamina. Aksi ini dilakukan Perwira PGN bersama masyarakat sekitar, di perairan Pulau Tabuhan, Banyuwangi. PGN juga melakukan program Mengajar di SDN 1 Bengkak, Banyuwangi dalam program “Penjaga Laut Junior” untuk mengedukasi siswa sekolah tentang pelestarian alam terutama laut, serta peran pemanfaatan gas sebagai energi transisi.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK), Pemerintah Kota Depok dan para anggota Komunitas Peduli Sungai Ciliwung, melakukan kegiatan bersih-bersih sungai yang terangkum dalam Festival Ciliwung 2024. Kegiatan terlaksana sejak 10 Agustus 2024, diisi dengan edukasi komunitas dan pelajar untuk peduli lingkungan, aksi bersih-bersih sungai serta pengibaran bendera merah putih sepanjang 79 meter pada 18 Agustus 2024.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada anak sekolah dan komunitas tentang pentingnya perilaku dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor,” imbuh Fadjar.

Di Lampung, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) unit operasi Ulubelu memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan menggelar Workshop Strategi Pengembangan Usaha Berbasis Olahan Pangan Keluarga Mandiri Sehat dan Sejahtera (Kamasetra) yang dilaksanakan di Ulubelu, 15 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan berkelanjutan, yang dimulai dari olahan pangan bergizi untuk peningkatan kualitas keluarga.

Sedangkan di Kalimantan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memberikan beasiswa kepada 15 putra-putri daerah terbaik di Kalimantan, melalui Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK). Program BSBK memberikan beasiswa penuh kepada lulusan SMA dan sederajat yang terpilih untuk menempuh jenjang pendidikan sarjana (S1) di perguruan tinggi di Kalimantan. Penyerahan beasiswa secara resmi dilangsungkan dalam sebuah acara inaugurasi di Balikpapan pada Jumat (16/8/2024).

“Beragam program TJSL Pertamina selaras dengan tema HUT Kemerdekaan yakni Nusantara Baru Indonesia Maju. Pertamina berharap bisa maju bersama membangun bangsa,” tandas Fadjar.

Aksi TJSL Pertamina tak hanya berlangsung di momen HUT RI, namun secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini pun seiring dengan komitmen Pertamina sebagai motor penggerak perekonomian bangsa.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.(*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Uncategorized

1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan

Bali, Hotfokus.com Bali menjadi titik temu para penggemar BMW Motorrad dari berbagai...

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027
Uncategorized

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin....

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya? Bambang Sabekti Praktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September menjadi momentum yang menarik bagi Pelindo. Sebab, tidak lama lagi, tepat 1 Oktober 2026, Pelindo memasuki lima tahun sejak merger empat BUMN pelabuhan. Lima tahun bukan lagi sekadar masa transisi. Periode ini sudah cukup untuk melihat apakah integrasi organisasi telah menghasilkan kemampuan operasional dan nilai bisnis yang lebih baik. Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi apakah merger Pelindo berhasil menyatukan organisasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa incremental value setelah Pelindo menjadi satu? Jawabannya perlu dilihat setidaknya dari dua sisi: operational excellence dan customer value. Dalam bisnis pelabuhan, operational excellence tidak cukup dimaknai sebagai meningkatnya produktivitas satu terminal. Pelabuhan merupakan sistem yang melibatkan kapal, terminal, peralatan, tenaga kerja, gate, yard, trucking, serta berbagai proses pelayanan. Operational excellence berarti kemampuan mengelola proses tersebut secara efisien, konsisten, reliable, dan predictable. Kapal membutuhkan kepastian berth. Bongkar muat membutuhkan produktivitas peralatan. Kontainer membutuhkan yard yang dikelola dengan baik. Truk membutuhkan proses gate yang lancar. Pengguna jasa membutuhkan informasi yang akurat dan keputusan operasional yang cepat. Satu titik yang tidak efisien dapat mengurangi manfaat efisiensi pada titik lainnya. Di sinilah merger memberikan peluang besar. Dengan berada dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki kesempatan mengembangkan common operating standard, berbagi best practices, mengoptimalkan aset dan kapasitas, serta menggunakan data dan teknologi secara lebih terintegrasi. Namun, standardisasi bukan tujuan akhir. Bagi pelanggan, salah satu manfaat paling fundamental dari merger seharusnya adalah ease of doing business. Sebelum merger, pengguna jasa berhadapan dengan entitas Pelindo yang berbeda sesuai wilayah dan pelabuhannya. Setelah merger, pelanggan secara logis mengharapkan pengalaman berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih sederhana: standar semakin jelas, proses semakin seragam, akses informasi semakin mudah, dan tidak perlu menghadapi variasi proses yang sebenarnya tidak memberikan nilai tambah. Inilah salah satu acid test merger: APAKAH MENJADI PELANGGAN PELINDO SEKARANG LEBIH MUDAH DARIPADA SEBELUMNYA? Pertanyaan tersebut bukan sekadar soal keramahan pelayanan. Ease of doing business menyangkut waktu, jumlah tahapan, transparansi, kepastian keputusan, kemudahan akses layanan, serta kemampuan pelanggan menyelesaikan urusannya tanpa proses yang berulang. Dengan perspektif yang sama, digitalisasi juga harus diukur dari manfaatnya bagi pelanggan. Keberhasilan digitalisasi bukan berapa banyak aplikasi yang dimiliki, tetapi berapa banyak proses yang menjadi lebih sederhana dan berapa banyak interaksi yang tidak lagi diperlukan pelanggan. Di sinilah operational excellence bertemu dengan customer value. Dalam bisnis kepelabuhanan, customer value dapat dilihat dari hal yang konkret: waktu yang lebih singkat, proses yang lebih sederhana, biaya yang lebih efisien, dan kepastian yang lebih tinggi. Merger juga memberikan peluang untuk mengelola Pelindo sebagai port network, bukan sekadar kumpulan terminal. Dengan jaringan nasional dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan kapasitas antarpelabuhan, berbagi best practices, mengurangi ketidakseimbangan utilisasi, dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Namun, network advantage baru menjadi value apabila pelanggan dapat merasakannya dalam bentuk layanan yang lebih baik dan proses bisnis yang lebih mudah. Karena itu, ukuran keberhasilan merger juga harus tetap berada dalam scope Pelindo. Pelindo tidak menentukan surplus atau defisit perdagangan dan tidak dapat sendirian menyelesaikan seluruh persoalan biaya logistik nasional. Ukuran yang lebih fair adalah: seberapa besar efisiensi, reliability, dan kemudahan berusaha yang berhasil diciptakan pada bagian rantai logistik yang berada dalam kendali Pelindo? Memasuki tahun kelima merger, pertanyaan tersebut semakin relevan. Jika lima tahun pertama merupakan periode konsolidasi dan integrasi, lima tahun berikutnya semestinya menjadi fase untuk membuktikan incremental value of integration. Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi reality check yang sederhana. Pelanggan adalah pihak yang paling tepat untuk menilai apakah perubahan internal perusahaan benar-benar menghasilkan perubahan yang mereka rasakan. Pada akhirnya, Pelindo tidak cukup hanya menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terintegrasi. MERGER HARUS MEMBUAT PELANGGAN LEBIH MUDAH BERBISNIS DENGAN PELINDO. Kemudahan tersebut harus didukung oleh operasi yang semakin reliable, produktif, efisien, dan predictable. Pelindo sudah memiliki skala dan jaringan nasional. Tantangan lima tahun berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi operational excellence, operational excellence menjadi customer value, dan customer value menjadi ease of doing business. Itulah makna Hari Pelanggan Nasional yang relevan bagi Pelindo: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi memastikan bahwa setelah lima tahun merger, pelanggan benar-benar merasakan bahwa berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih mudah.[•]
Uncategorized

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya?

Bambang SabektiPraktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional...

Uncategorized

Elang Jawa Diselamatkan, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026

Jakarta, hotfokus.com Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga satwa...