Home NASIONAL Harga Jual Listrik Jadi Tantangan Pengembangan Geothermal Di RI
NASIONAL

Harga Jual Listrik Jadi Tantangan Pengembangan Geothermal Di RI

Share
Harga Jual Listrik Jadi Tantangan Pengembangan Geothermal Di RI
Harga Jual Listrik Jadi Tantangan Pengembangan Geothermal Di RI
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Harga jual energi listrik yang lebih mahal menjadi tantangan utama pengembangan energi panas bumi (Geothermal) di Indonesia.

Dewan Energi Nasional (DEN) menyebutkan, berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2020, target pencapaian sektor panas bumi mencapai 3109,5 Mega Watt (MW). Namun demikian, kapasitas terpasang saat ini baru mencapai 2131 MW. Hal itu menunjukkan masih ada gap yang besar terhadap target RUEN.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha menyebut, perlu adanya revisi mengenai Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL) dengan RUEN agar bisa menghasilan kebijakan yang bisa mendorong percepatan pengembangan Geothermal di Indonesia.

“RUEN kita tinggi sekali, itu memerlukan cara bagaimana mengimplementasikan kebijakan itu kedalam kebijakan-kebijakan yang mendorong panas bumi,” ujar Satya di Jakarta, Senin (1/3/2021).

DEN, kata Satya, akan meminta industri Geothermal untuk berbicara dengan DEN, membahas bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan ini. “Sudah jelas disampaikan oleh industri bahwa masalah harga itu menjadi hambatan yang tidak mudah. Karena harga yang diminta PLN sangat murah, sekarang hanya 7 sen per KWH, tapi PLN menginginkan yang lebih murah lagi, karena PLN itu offtakernya,” ungkapnya.

Menurutnya, DEN akan mencoba mencari solusi agar permasalahan harga ini tidak menjadi hambatan pengembangan energi alternatif. “Kalau industri mengatakan upstreamnya, pengeborannya dilakukan oleh pemerintah. Jadi kalau cadangannya sudah terbukti, maka baru dimasukkan didalam industri, jadi industri tidak menanggung beban upstream cost nya. Itu juga masukan,” ungkapnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Satya, bagaimana jika tipe kontraknya bisa disamakan dengan tipe kobtrak minyak bumi, dengan sistem cost recovery. “Ini tujuannya cuma satu, kita mempunyai independent resources untuk panas bumi,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kemenperin memperkuat koordinasi usai ledakan pabrik herbal di Semarang dan meminta industri meningkatkan standar K3.
NASIONAL

Pabrik Herbal di Semarang Meledak, Kemenperin Minta Industri Perketat Standar K3

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat koordinasi penanganan insiden ledakan dan kebakaran...

NASIONAL

Produk Pangan RI Betot Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show

Jakarta, hotfokus.com Keren, kualitas produk pangan semakin mantap. Di ajang pameran Food...

Jembatan Enang-Enang Mulai Dibuka Terbatas, Kendaraan Maksimal 5 Ton Sudah Bisa Melintas
NASIONAL

Jembatan Enang-Enang Mulai Dibuka Terbatas, Kendaraan Maksimal 5 Ton Sudah Bisa Melintas

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener...

KII menggandeng OMS Italia untuk memperkuat industri valve nasional melalui alih teknologi, peningkatan TKDN, dan standar manufaktur internasional.
NASIONAL

KII Jalin Kemitraan dengan OMS Italia, Perkuat Industri Valve Nasional Berstandar Global

Cikarang, hotfokus.com PT Katup Industri Indonesia (KII) mengambil langkah strategis untuk memperkuat...