Home NASIONAL Pemerintah Tidak Berniat Revisi UU Pemilu dan UU Pilkada
NASIONALPOLITIK

Pemerintah Tidak Berniat Revisi UU Pemilu dan UU Pilkada

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno menegaskan bahwa pemerintah yang tidak menghendaki adanya revisi terhadap dua undang-undang, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang. Menurutnya, undang-undang yang telah baik sebaiknya dijalankan.

Dia menegaskan bahwa tidak seharusnya setiap ada hajat negara langsung mengubah Undang-Undang yang masih berlaku. Seperti misalnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang sudah dijalankan dan sukses, kalaupun ada kekurangan hal-hal kecil di dalam implementasinya, maka hal itu menjadi ranah KPU melalui PKPU untuk memperbaiki.

Terkait dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Mensesneg menegaskan bahwa dalam undang-undang tersebut diatur jadwal pelaksanaaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada bulan November 2024. Menurutnya, ketentuan tersebut sudah ditetapkan pada 2016 lalu dan belum dilaksanakan sehingga tidak perlu direvisi.

“Jadi Pilkada serentak bulan November tahun 2024 itu sudah ditetapkan di dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Jadi sudah ditetapkan di tahun 2016 dan itu belum kita laksanakan Pilkada serentak itu. Masak sih undang-undang belum dilaksanakan terus kemudian kita sudah mau mengubahnya? Apalagi kan undang-undang ini sudah disepakati bersama oleh DPR dan Presiden, makanya sudah ditetapkan,” jelas Pratikno, Selasa (16/2/2021).

Mensesneg berharap tidak ada narasi yang dibalik-balik terkait isu revisi kedua undang-undang tersebut menjadi seakan-akan pemerintah mau mengubah keduanya. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengubah undang-undang yang sudah diputuskan tapi belum dijalankan.

“Tolong ini saya juga ingin titip ya, tolong jangan dibalik-balik seakan-akan pemerintah yang mau mengubah undang-undang. Enggak, pemerintah justru tidak ingin mengubah undang-undang yang sudah ditetapkan tetapi belum kita laksanakan. Kaitannya dengan Pilkada serentak itu,” tandasnya. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Selama Puasa, Busana Muslim, Perlengkapan Ibadah serta Alas Kaki Laris Manis

Jakarta, hotfokus.com Kalangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri merasa...

Jasa Marga memprediksi lebih dari 1 juta kendaraan melintas di Tol Trans Jawa saat mudik Lebaran 2026.
NASIONAL

Mudik 2026 Meledak! Lebih dari 1 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Tol Trans Jawa

Jakarta, hotfokus.com Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa. PT Jasamarga Transjawa Tol...

Menhub Optimistis Arus Mudik Lebaran 2026 Tetap Meningkat
NASIONAL

Menhub Optimistis Arus Mudik Lebaran 2026 Tetap Meningkat

Jakarta, hotfokus.com Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memastikanpergerakan masyarakat pada arus mudik...

Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Pastikan Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas
NASIONAL

Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Pastikan Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah memastikan keselamatan jemaah haji Indonesia tetap menjadi prioritas utama...