Home NASIONAL Krakatau Steel Lakukan Ekspor Perdana Tahun Ini
NASIONAL

Krakatau Steel Lakukan Ekspor Perdana Tahun Ini

Share
Pekerja mengecek bahan lapisan baja, di Pabrik Baja JFE Steel Galvanizing Indonesia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/9). PT JFE Steel Galvanizing Indonesia menargetkan produksi lapisan baja 400 ribu ton per tahun untuk memenuhi permintaan kebutuhan lapisan baja mobil di seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc/16.
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Mengawali tahun 2021 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan ekspor baja perdana, Senin (1/2) ke Malaysia. Pengiriman perdana berupa produk baja Hot Rolled Coil (HRC), Hot Rolled Plate (HRP), dan Hot Rolled Pickled Oil (HRPO) dilakukan melalui pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera, Cilegon, Banten.

“Pengiriman ekspor pada bulan Januari 2021 ini meningkat menjadi 31.766,18 ton dibandingkan Januari 2020 yang hanya sebesar 830,97 ton. Sebuah awal yang baik untuk peningkatan kinerja penjualan di 2021,” jelas Direktur Utama, Silmy Karim dalam keterangannya.

Selain Malaysia, di tahun 2021 ini Krakatau Steel juga melakukan ekspor ke Australia maupun ke Eropa untuk negara Italia dan Spanyol. Masing-masing negara berbeda spesifikasi ekspornya. Untuk Malaysia Krakatau Steel mengekspor HRC, HRP, dan HRPO.

Di Australia perseroan mengekspor HRP, sedangkan HRC diekspor untuk Italia dan Spanyol. Mayoritas produk Krakatau Steel ini digunakan untuk segmen General Structure dan Pipe & Tube di negara tujuannya.

“Manajemen Krakatau Steel telah memanfaatkan kondisi pandemi sebagai peluang untuk masuk ke pasar ekspor yang saat ini terbuka. Kesempatan ini disebabkan karena terjadinya masalah pada supply chain pasar baja dunia,” lanjut Silmy.

Krakatau Steel pada tahun 2020 mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 128.341,9 ton atau sekitar 12% dari total volume penjualan 2020 yang sebesar 1.603.732 ton. Di tahun 2021 diperkirakan Krakatau Steel akan dapat meningkatkan volume penjualan hingga 2.040.000 ton dengan target ekspor sebesar 155.000 ton atau meningkat 17,20% dibandingkan tahun 2020. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kemenperin memperkuat koordinasi usai ledakan pabrik herbal di Semarang dan meminta industri meningkatkan standar K3.
NASIONAL

Pabrik Herbal di Semarang Meledak, Kemenperin Minta Industri Perketat Standar K3

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat koordinasi penanganan insiden ledakan dan kebakaran...

NASIONAL

Produk Pangan RI Betot Transaksi Rp89,5 Miliar di Food Taipei Mega Show

Jakarta, hotfokus.com Keren, kualitas produk pangan semakin mantap. Di ajang pameran Food...

Jembatan Enang-Enang Mulai Dibuka Terbatas, Kendaraan Maksimal 5 Ton Sudah Bisa Melintas
NASIONAL

Jembatan Enang-Enang Mulai Dibuka Terbatas, Kendaraan Maksimal 5 Ton Sudah Bisa Melintas

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener...

KII menggandeng OMS Italia untuk memperkuat industri valve nasional melalui alih teknologi, peningkatan TKDN, dan standar manufaktur internasional.
NASIONAL

KII Jalin Kemitraan dengan OMS Italia, Perkuat Industri Valve Nasional Berstandar Global

Cikarang, hotfokus.com PT Katup Industri Indonesia (KII) mengambil langkah strategis untuk memperkuat...