Home EKONOMI Balai Kemenperin Dorong Produktivitas IKM Daerah dengan Inovasi
EKONOMI

Balai Kemenperin Dorong Produktivitas IKM Daerah dengan Inovasi

Share
balai kemenperin dorong produktivitas ikm daerah dengan inovasi
balai kemenperin dorong produktivitas ikm daerah dengan inovasi
Share

Jakarta, hotfokus.com

Kementerian Perindustrian fokus untuk terus mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar lebih produktif dan inovatif. Langkah ini dilakukan agar sektor IKM selaku mayoritas dari populasi industri di Tanah Air, bisa berkompetisi di kancah global sehingga memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Sabtu (29/6/2019). “Upaya ini tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga dijalankan oleh satuan kerja kami di daerah,” katanya.

Menurut Ngakan, salah satu yang sudah dilakukan di daerah adalah Baristand Industri Samarinda. Sebagai unit kerja di bawah BPPI Kemenperin, Baristand Industri Samarinda telah melaksanakan program percepatan pemanfaatan teknologi untuk IKM Sruput Wangi melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) pada tahun 2018.

IKM Sruput Wangi ini berlokasi di Kelurahan Jahab, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. “Kegiatan ini bertujuan membantu menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh IKM Sruput Wangi. Untuk itu, kami memberikan layanan konsultansi, pembimbingan dan pendampingan langsung yang melibatkan peneliti dan perekayasa Baristand Industri Samarinda,” paparnya.

Berdasarkan hasil diagnosa, di antaranya telah dilakukan perbaikan alat proses produksi (alat penyangrai serai), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan penataan tata letak (layout) produksi. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan IKM Sruput Wangi dalam pemanfaatan teknologi peralatan, peningkatan produktivitas, dan perbaikan tata letak pabrik.

“Dari penggunaan peralatan hasil rekayasa Baristand Industri Samarinda sesuai persyaratan pangan yang dilengkapi dengan alat kontrol suhu otomatis kapasitas maksimal 20 kg per sekali proses, telah dapat meningkatkan produksi rata-rata 60% sekali proses saat ini,” ungkapnya.

Sementara Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menyatakan IKM merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para pelaku IKM membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya serta masih kentalnya nuansa kekeluargaan dalam menjalankan unit usahanya.

“IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah lebih dari 4,4 juta unit usaha atau mencapai 99% dari seluruh unit usaha industri di Indonesia,” ujarnya.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
RI Betot Potensi Transaksi Rp1,16 Triliun di CAEXPO 2025 di Tiongkok
EKONOMI

Kemendag Banyak Terima Aduan Isi Ulang Saldo & Paylater Selama 2025

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap banyak menerima aduan atau laporan terkait...

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible
EKONOMI

Ekspor Rajungan Sulit Tembus Pasar AS Tanpa Certificate of Admissible

Jakarta, hotfokus.com Ekspor rajungan sulit menembus pasar Amerika Serikat (AS), jika pelaku...

EKONOMI

Menkeu: Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh Tanpa Bahayakan APBN

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah akan memberi suntikan berupa stimulus ekonomi agar perekonomian tetap...

EKONOMI

Pundi Cadangan Devisa Kian Tebal 156,5 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Pundi cadangan devisa (cadev) pemerintah akhir Desember 2025 makin tebal....