Home NASIONAL Kementan Dorong Percepatan Pelaksanakan Fisik Irigasi
NASIONAL

Kementan Dorong Percepatan Pelaksanakan Fisik Irigasi

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Kementrian Pertanian (Kementan) saat ini mendorong percepatan pelaksanaan fisik kegiatan irigasi pertanian untuk segera dimanfaatkan dalam mengantisipasi kekeringan. Antara lain jaringan irigasi tersier, embung pertanian dan irigasi perpipaan dan perpompaan.

“Juga mendorong dinas lingkup pertanian agar segera menyalurkan pompa-pompa air yang sudah dialokasikan pada daerah yang mengalami kekeringan,” kata Direktur Irigasi Ditjen PSP Rahmanto di Jakarta, Jumat

Pihaknya, kata dia, mencatat total luas kekeringan (Januari-Juni) 2019 mencapai 49.408 hekatre. Seluas 45.396 hektare dari total tersebut terjadi pada musim kemarau (April-Juni). “Sebagian besar kekeringan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan luas tanam saat ini yang mencapai 3.504.137 hektare, persentase luas kekeringan pada musim kemarau masih sangat kecil, yakni berkisar 1,30 persen.

“Luas areal sawah yang mengalami puso mencapai 3.001 hektare atau enam persen dari total luas kekeringan dan 0,01 persen dari total luas tanam. Dampak kekeringan ini tidak berpengaruh nyata dalam mengurangi stok produksi beras Nasional sampai saat ini,” terang Rahmanto.

Ia menjelaskan, luas kekeringan tahun 2018 pada periode yang sama (Januari-Juni) mencapai 97.861 hektare dengan puso 19.218 hektare. “Apabila dibandingkan dengan tahun 2019, luas kekeringan tahun 2019 telah mengalami penurunan yang cukup signifikan,” tukasnya.

“Oleh karena itu, kekeringan tahun ini diperkirakan tidak akan mengganggu total produksi padi nasional. Target produksi padi nasional tahun 2019 mencapai 84 juta ton dan perkiraan produksi padi 2019 hingga bulan Mei mencapai 60 persen dari produksi nasional,” bebernya.

Terkait dengan ketersediaan beras pada Mei hingga Juni diperkirakan tidak akan berdampak signifikan, meskipun kekeringan masih terjadi hingga beberapa bulan kedepan.

Total luas panen pada bulan Mei mencapai 961.981 hektare, Juni diperkirakan 909.000 hektare, dan Juli mencapai 960.000 hektare (data luas tanam Juni pada fase Generatif 1 dan 2).

“Dengan total luas panen yang cukup stabil dalam 3 bulan terakhir, stok beras tetap akan mencukupi kebutuhan nasional pada musim kemarau 2019 dan serapan gabah masih dalam kondisi normal,” ujarnya.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Perkuat Pengusaha Lokal dan Perluas Dunia Usaha
NASIONAL

Perkuat Pengusaha Lokal dan Perluas Dunia Usaha

Jakarta, hotfokus.com Wakil Menko Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, menegaskan perlu memperkuat kapasitas...

EKONOMINASIONAL

Infrastruktur Buat Industrialisasi

Surabaya, hotfokus.com Pemda harus menyiapkan lahan dan infrastruktur untuk mengembangkan industrialisasi di...

NASIONAL

Siap-Siap! Cukai Minuman Manis Dibidik Mulai 2027, Negara Incar Rp1,7 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Minuman manis dalam kemasan berpotensi menghadapi pungutan baru mulai tahun...

Realisasi investasi semester I 2026 menurut BKPM mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,448 juta tenaga kerja
NASIONAL

Investasi Rp1.010 Triliun Buka 1,44 Juta Lapangan Kerja, Ini Sumbernya!

Jakarta, Hotfokus.com Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai...