Home EKONOMI YLKI Angkat Suara! Service Charge Dinilai Bikin Harga Membengkak dan Rugikan Konsumen
EKONOMI

YLKI Angkat Suara! Service Charge Dinilai Bikin Harga Membengkak dan Rugikan Konsumen

Share
YLKI menyoroti service charge yang dinilai membebani konsumen. Biaya tambahan tanpa transparansi berisiko bikin harga melonjak.
Share

Jakarta, hotfokus.com

Praktik penarikan biaya tambahan atau service charge kembali jadi sorotan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai pungutan ini kerap membebani konsumen karena muncul tanpa informasi dan persetujuan di awal transaksi. Akibatnya, harga barang dan jasa melambung di luar ekspektasi pembeli.

Ketua YLKI, Niti Emiliana, menegaskan masalah utama terletak pada minimnya transparansi dan ketiadaan standar. “Service charge sering dikenakan tanpa penjelasan sejak awal. Konsumen akhirnya membayar lebih mahal dari harga yang seharusnya,” ujar Niti. Ia menambahkan, tanpa aturan yang jelas, tidak ada batas atas pengenaan biaya sehingga berpotensi menggelembungkan harga.

YLKI menilai kondisi ini bertentangan dengan prinsip perlindungan konsumen, khususnya hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur. Tanpa transparansi, konsumen sulit membuat keputusan rasional saat bertransaksi, sementara pelaku usaha leluasa menentukan besaran biaya tambahan.

Karena itu, YLKI mendorong praktik bisnis yang adil agar kepercayaan konsumen tetap terjaga dan daya beli tidak tergerus. Menurut Niti, harga yang tercantum di daftar seharusnya sudah include biaya layanan. “Konsumen berhak tahu sejak awal berapa total yang harus dibayar, tanpa kejutan biaya lain-lain,” tegasnya.

YLKI juga meminta pemerintah dan otoritas terkait turun tangan menertibkan praktik ini. Pengawasan yang tegas dinilai penting untuk mencegah kerugian konsumen sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang berkeadilan. “Regulator perlu memastikan transparansi harga berjalan dan konsumen tidak dirugikan,” tutup Niti. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
EKONOMI

Menkeu: Ekonomi 2026 Bakal Tumbuh 6 Persen

Jakarta, hotfokus.com Kondisi ekonomi pada triwulan IV-2025 yang tumbuh 5,39 persen menjadi...

BI Rate tertahan di 4,75%! Gubernur BI Perry Warjiyo jaga stabilitas Rupiah dan siapkan ruang penurunan bunga kredit. Cek detailnya di sini!
EKONOMI

BI Rate Tetap 4,75 Persen! Cek Nasib Cicilan dan Tabungan Anda di Februari 2026

Jakarta, hotfokus.com Kabar penting buat kamu yang sedang memantau bunga KPR atau...

BI: Utang RI Triwulan IV-2025 Naik Jadi 431 Miliar Dolar AS
EKONOMI

BI: Utang RI Triwulan IV-2025 Naik Jadi 431 Miliar Dolar AS

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) mengungkap utang luar negeri (ULN) Indonesia pada...

EKONOMI

Kemenkeu Tambah Alokasi TKD Rp10,65 T Buat Aceh, Sumut dan Sumbar

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Keuangan menambah alokasi transfer ke daerah (TKD) Rp10,65 triliun...