Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp295 triliun pada 2026, naik dari Rp270 triliun tahun sebelumnya. Namun, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa masalah utama UMKM bukan pada pembiayaan, melainkan banjir produk impor yang merusak pasar domestik.
“Sebagus apapun mereka dibantu, tetap sulit menjual barang karena pasar kita dipenuhi impor,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Ia mendorong kebijakan terpadu lintas kementerian untuk membatasi impor dan memberi ruang bagi produk lokal.
Maman juga menyoroti tingginya biaya layanan platform digital yang menekan daya saing UMKM. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kredit perbankan nasional masih didominasi korporasi besar, sementara porsi UMKM baru 19,4 persen dari total Rp8.149 triliun.
Meski KUR terus meningkat, kualitas UMKM belum optimal. Serbuan impor dan mahalnya biaya pemasaran digital membuat intervensi pemerintah tidak maksimal.
Karena itu, pembatasan impor dan sterilisasi pasar domestik dinilai lebih mendesak agar UMKM benar-benar bisa naik kelas.

“Di sini diperlukan sinergi lintas sektoral agar pasar benar benar steril dan pangsa pasar UMKM kembali terbuka,” katanya. (DIN/GIT)
Leave a comment