Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) pascabencana dengan menyalurkan bantuan produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit. Bantuan berupa 1.140 kompor, 1.040 tabung gas, 415 paket bahan baku, 195 peralatan masak, serta 10.000 sak semen disalurkan bertahap ke 12 kabupaten/kota terdampak.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menegaskan Kementerian UMKM berada di garis depan dalam upaya menyelamatkan pengusaha UMKM terdampak.
“Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi ruang pemulihan agar para pengusaha dapat kembali menjalankan usahanya dan menggerakkan ekonomi daerah,” kata Siti Azizah dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Data SIDT-UMKM mencatat 662.242 pelaku usaha di Sumbar, dengan 4.876 di antaranya terdampak banjir dan longsor sejak akhir November 2025. Program pemulihan dilakukan melalui tiga fase: Pulih Mental, Pulih Usaha, dan Tumbuh, mencakup konseling psikologis, akses pembiayaan, hingga digitalisasi usaha.
Penyaluran bantuan melibatkan 19 mitra, termasuk Bank Indonesia, BRI, PLN, Semen Padang, dan Grab Indonesia. Pada tahap ketiga, 9 Februari 2026, bantuan tambahan berupa peralatan masak dan paket kompor-tabung gas disalurkan ke Padang, Pesisir Selatan, Pariaman, Tanah Datar, dan Padang Pariaman.

“Harapan kami, pengusaha UMKM Sumatera Barat dapat bangkit dan tumbuh kembali, menjadi kekuatan ekonomi daerah sekaligus simbol ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana,” katanya. (DIN/GIT)
Leave a comment