Home EKONOMI Tahun 2020, Produksi dan Penjualan Batubara Adaro Energy Negatif
EKONOMINASIONAL

Tahun 2020, Produksi dan Penjualan Batubara Adaro Energy Negatif

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Kinerja bisnis PT Adaro Energy Tbk di tahun 2020 sedikit lesu. Hal itu terlihat dari realisasi produksi dan penjualan batubara yang turun jika dibandingkan tahun 2019. Tercatat produksi batubara di sepanjang tahun 2020 mencapai 54,53 juta ton atau turun 6 persen jika dibandingkan tahun 2019 (year on year / yoy). Sementara realisasi penjualan mencapai 54,14 juta ton atau turun 9 persen yoy.

Corporate Secretary & Investor Relations Division Head, Mahardika Putranto, menjelaskan meski turun, angka produksi ini lebih tinggi dibandingkan target capaian di tahun 2020 yang dipatok sebesar 52 – 54 juta ton. Untuk tahun 2021 ini diperkirakan angka produksi tidak akan jauh berbeda atau tetap berada di level 52 – 54 juta ton.

“Angka produksi batubara Adaro Energy diperkirakan akan tetap sama atau sedikit menurun secara yoy dan ditargetkan hanya mencapai sekitar 52-54 juta ton,” ulas Mahardika dalam keterangannya, Rabu (17/2/2021).

Terkait dengan penjualan di tahun 2020, didomonasi oleh jenis batubara E4700 dan E4900 yang didukung oleh permintaan yang solid dari dua jenis tersebut. Pangsa pasar dari produk ini yaitu yaitu ke Thailand dan Vietnam lantaran adanya proyek pembangunan pembangkit listrik baru.

Ditegaskan bahwa Adaro sangat konsisten dan memberikan perhatian penuh terhadap penggunaan modal kerja (capital expenditure / capex) di tahun ini. Hal itu dilakukan demi mencapai target-target bisnis yang telah ditetapkan di tengah pandemi yang belum usai. Perseroan menganggarkan dana capex tahun 2021 sebesar USD200 juta – USD300 juta. Untuk Ebitda ADRO di tahun 2021 diharapkan bisa mencapai USD750 juta – USD900 juta.

“Target belanja modal ini meliputi pemeliharaan rutin dan untuk menopang pertumbuhan bisnis,” lanjutnya. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Dampak Aksi Ambil Untung, HPE Tembaga Jadi Buntung

Jakarta, hotfokus.com Dampak Aksi ambil untung berakibat Harga Patokan Ekspor (HPE) konsentrat...

Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik
NASIONAL

Puskepi Minta Direksi Pelindo Cari Solusi Agar Tol JTCC Ramai Digunakan Angkutan Logistik

Jakarta,hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, meminta Direksi PT Pelabuhan...

Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebut impor jadi ancaman utama UMKM. Target KUR Rp295 triliun dinilai belum cukup tanpa perlindungan pasar domestik.
EKONOMI

UMKM Tertekan Impor, Bukan Faktor Akses KUR

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp295 triliun pada...

Menaker Minta Pekerja atau Buruh Manfaatkan Program BP Tapera
NASIONAL

Menaker Minta Pekerja atau Buruh Manfaatkan Program BP Tapera

Jakarta, hotfokus.com Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, meminta para pekerja atau buruh mengoptimalkan...