Jakarta, Hotfokus.com
Pertamina Drilling kembali mencatat performa positif dalam mendukung kegiatan hulu migas. Melalui pengeboran Sumur KRG-042 di Field Limau, perusahaan berhasil mencatatkan hasil produksi awal sebesar 777 barel minyak per hari (BOPD).
Sumur pengembangan tersebut merupakan milik Pertamina EP Asset 2 atau Pertamina Hulu Rokan Zona 4. Lokasinya berada di Struktur Karangan, sekitar 20 kilometer di tenggara Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Pengeboran menggunakan Rig PDSI #25.2/LTO750-M dengan metode directional drilling. Tim mencapai kedalaman akhir 1.697 meter measured depth (mMD) atau 1.624,96 meter true vertical depth (mTVD).
Yang menarik, pengerjaan sumur selesai dalam 25 hari. Capaian itu tiga hari lebih cepat dibandingkan target awal selama 28 hari.

Tak hanya mengejar kecepatan, Pertamina Drilling juga menjaga aspek keselamatan selama pekerjaan. Operasi tersebut mencatat zero accident hingga seluruh rangkaian pengeboran rampung.
Pengujian produksi berlangsung pada 16 Juli 2026 menggunakan Electric Submersible Pump (ESP). Minyak berasal dari lapisan TAF-E1 pada interval 1.481–1.482 mMD yang memiliki tekanan reservoir sangat baik.
Dari sisi anggaran, proyek tersebut juga menunjukkan efisiensi. Biaya aktual mencapai sekitar US$3,18 juta, atau 76,15% dari nilai Authorization for Expenditure (AFE).
Vice President Rig Services Operation Pertamina Drilling Komedi menilai capaian itu lahir dari kerja sama tim yang menjaga keselamatan sekaligus efisiensi.
“Keberhasilan pengeboran Sumur KRG-042 menggunakan Rig PDSI #25.2/LTO750-M menjadi bukti komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan layanan pengeboran yang andal, aman, dan efisien,” ujar Komedi.
Pertamina Drilling berharap tambahan produksi dari KRG-042 dapat membantu memperkuat pasokan minyak dalam negeri. Capaian tersebut juga menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap peningkatan produksi migas nasional. (***)
Leave a comment