Jakarta, hotfokus.com
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap Indonesia akan memperluas ekspor tembaga dan bauksit untuk mendukung rantai pasok mineral global, termasuk kebutuhan bahan baku buat industri hilir dan teknologi bersih.
Selain itu juga memaksimalkan peluang ekspor stainless steel ke pasar Kanada yang kini masih relatif kecil dibanding potensi produksi nasional yang mencapai 30 miliar dolar AS/tahun.
“Kami punya cadangan nikel terbesar di dunia. Namun potensi ini belum tergarap maksimal di pasar Kanada. Inilah peluang yang segera kita isi,” katanya, saat menghadiri rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, seperti dilansir laman menko perekonomian, Kamis (17/9/2026).
Karena itu, Indonesia terbuka untuk menjajaki skema investasi silang (cross-investment) dengan Kanada guna memperkuat rantai pasok kedua negara, baik di sektor mineral kritis, energi terbarukan, maupun ekonomi digital.
Terkait dengan ini, Airlangga mengatakan perlu dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan Kanada, termasuk Export Development Canada (EDC) yang memiliki kantor perwakilan di Indonesia dan berpengalaman dalam membiayai proyek mineral kritis serta LNG secara global.
Ia menegaskan partisipasi Indonesia dalam forum Canada Investment Summit merupakan langkah konkret untuk memperkuat kepercayaan investor global, sekaligus mempersiapkan implementasi penuh ICA-CEPA yang ditargetkan berlaku efektif pada akhir tahun ini.
Menko menambahkan perkembangan investasi Indonesia di Kanada, diantaranya proyek liquefied natural gas (LNG) di British Columbia senilai 5,1 miliar dolar AS yang saat ini telah mencapai 60 persen tahap konstruksi, menjadi salah satu bukti konkret komitmen investasi jangka panjang Indonesia di Kanada.

Selain itu sejumlah peluang investasi baru yang tengah dijajaki, seperti investasi pabrik pulp and paper di Kanada, serta penyiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pusat data di Indonesia. (bi)
Leave a comment