Home NASIONAL Qodari Ungkap Misi Prabowo ke Rusia: Diplomasi Dibidik Buka Keran Ekonomi
NASIONAL

Qodari Ungkap Misi Prabowo ke Rusia: Diplomasi Dibidik Buka Keran Ekonomi

Share
Share

JAKARTA, Hotfokus.com

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia membawa misi lebih besar dari sekadar agenda diplomatik. Pemerintah ingin memanfaatkan diplomasi luar negeri untuk membuka peluang ekonomi bagi Indonesia.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Prinsip itu mengacu pada Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Menurut Qodari, Indonesia harus aktif memperjuangkan kepentingan nasional di tengah dinamika global. Karena itu, pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi penonton.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Indonesia harus hadir, berbicara, dan memperjuangkan kepentingan nasional secara aktif,” kata Qodari, dikutip Selasa (7/9).

Prabowo Buka Peluang Ekonomi di Rusia

Semangat tersebut terlihat dalam kunjungan Prabowo ke Vladivostok, Rusia. Presiden hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus menyampaikan pidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Forum tersebut turut dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin. Qodari menilai Rusia memiliki posisi strategis dari sisi geopolitik dan sumber daya alam.

Karena itu, kunjungan kenegaraan menjadi momentum untuk mendorong kerja sama yang memberi manfaat bagi Indonesia. Pemerintah juga mengarahkan setiap agenda luar negeri untuk mencari solusi dan membuka peluang ekonomi.

“Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia,” tutur Qodari.

Diplomasi Jadi Mesin Ekonomi

Qodari menilai diplomasi ekonomi memiliki peran penting dalam memperkuat kepentingan nasional. Peluang kerja sama yang terbuka dapat mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, kerja sama tersebut dapat memperkuat industri dalam negeri serta meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.

“Semakin besar peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi terciptanya investasi, lapangan kerja, penguatan industri nasional, serta ketahanan ekonomi Indonesia,” kata Qodari.

Dengan pendekatan itu, politik luar negeri bebas aktif tidak berhenti pada hubungan antarnegara. Pemerintah juga menjadikannya instrumen untuk mengejar kepentingan dan manfaat ekonomi bagi Indonesia. (SA/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

Karhutla Makin Mendesak, Pemerintah Kucurkan Rp1,23 Triliun ke 7 Provinsi!

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah pusat mengucurkan bantuan senilai Rp1,235 triliun untuk mempercepat penanganan...

Pemerintah Sesuaikan Masa Tahapan Sertifikat Wajib Halal
NASIONAL

Pemerintah Sesuaikan Masa Tahapan Sertifikat Wajib Halal

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah melakukan penyesuaian masa tahapan sertifikat wajib halal yang dijadwalkan...

Mendag Budi Santoso dan Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menandatangani kesepakatan kerja sama ekspor Indonesia.
NASIONAL

Banyak Negara Terapkan Non-Tarif. Kemendag dan Barantin Teken Kerjasama

Tangerang, hotfokus.com Banyak negara menerapkan jurus berupa persyaratan non tarif untuk mencegat...

Potongan Biaya E-Commerce Minimal 50% Berlaku Mulai 25 Oktober 2026
NASIONAL

Potongan Biaya E-Commerce Minimal 50% Berlaku Mulai 25 Oktober 2026

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian UMKM memastikan insentif potongan biaya layanan platform e-commerce minimal...