Jakarta, Hotfokus.com
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan anggaran Rp350,21 miliar pada 2026 untuk mempercepat pemulihan UMKM terdampak bencana di Aceh, sejalan dengan program serupa di Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Sekretaris Deputi Bidang Usaha Kecil M. Makhrisyafrisal mengatakan anggaran tersebut terbagi dalam empat program: rehabilitasi usaha mikro, pengadaan alat produksi, pemberdayaan UMKM, dan layanan Klinik UMKM Bangkit.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan untuk pemulihan sarana dan prasarana produksi, tetapi juga pendampingan agar usaha mereka kembali produktif dan berkembang,” ujar Makhrisyafrisal dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Sebesar Rp340,63 miliar dialokasikan melalui Bantuan Presiden untuk 113.292 pengusaha mikro, masing-masing menerima Rp3 juta. Selain itu, Rp2,6 miliar digunakan untuk pengadaan alat produksi, termasuk perbaikan rumah produksi nilam serta mesin distilasi dan bata ringan.
Program pemberdayaan senilai Rp4,81 miliar menargetkan 5.312 UMKM melalui pendampingan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas, perluasan pasar, dan pengembangan laman UMKM Sumatera Bangkit Bersama.
“Pemulihan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan modal atau peralatan. Karena itu kami lengkapi dengan pendampingan dan akses pasar,” kata Makhrisyafrisal.

Klinik UMKM Bangkit juga disiapkan dengan anggaran Rp2,16 miliar di lima lokasi, termasuk Banda Aceh dan Aceh Utara, sebagai pusat layanan konsultasi dan fasilitasi. (DIN/GIT)
Leave a comment