Home OPINI Prabowo Gibran ; Pemerintahan Bagi Orang Kurang Mampu
OPINIPOLITIK

Prabowo Gibran ; Pemerintahan Bagi Orang Kurang Mampu

Share
Uang APBN Hasil Efisiensi Tidak Mungkin Untuk Bayar Utang
Share

Oleh : Salamuddin Daeng

Bung Karno dulu hendak mengangkat kehidupan Kaum Marhaen, kaum dengan lahan pertanian sepetak kecil, Jokowi dengan identitas pemerintahan Wong Cilik, yakni masyarkat akar rumput, sekarang Prabowo Gibran telah datang dengan cita cita besar hendak membangun pemerintahan untuk orang kurang mampu, 40 persen masyarakat pada lapisan paling bawah.

Hal ini tergambar dengan rinci dalam Asta Cita, 17 program pokok dan 8 program jalur cepat pasangan Capres Cawapres Prabowo Gibran. Jika membaca seluruh visi misi dan program pasangan ini maka tampak sebagai sebuah penemuan baru, penemuan kembali revolusi pemerintahan, menemukan kembali tujuan perjuangan bangsa sesuai konteks zamannya, yakni berjuang membantu masyarakat kurang mampu.

Konsepsi ini tentu saja relevan, tepat, obyektif menghadapi situasi dunia saat ini. Guncangan krisis, perubahan iklim, wabah dan penyakit, perang berkecamuk dibanyak tempat, telah membuat semakin banyak orang rentan jatuh dalam ketidakmampuan bertahan hidup, rentan mengadapi kelaparan dan segala bentuk penderitaan. Ini adalah perjuangan kemanusiaan.

Usaha usaha pemerintah membendung dampak dari krisis global memang tidak mudah, banyak aspek pembangunan fisik yang dikorbankan, pemerintah telah mengambil fokus menyelamatkan manusia. Usaha usaha ini akan terus dilanjutkan.

Lagi pula jika tugas pemerintahan diringkas dalam kalimat pendek maka tugas pemerintahan itu adalah bagaimana menolong rakyat dengan rasa kasih sayang itulah Pancasila yakni tolong menolong dan kasih sayang yang ihlas.

Sebagian besar masyarakat Indonesia telah terangkat dari kehidupannya menjadi lebih baik. Namun lebih dari 100 juta manusia Indonesia berada dalam posisi antara mampu dan kurang mampu. Jutaan orang tersebut bisa menjadi mampu jika pemerintah membantu mereka, namun bisa menjadi tidak mampu karena krisis global, perubahan geopolitik, bencana kemanusiaan seperti covid 19, bencana alam seperti kekeringan dan lain sebagainya.

Penemuan yang paling orisinil adalah program memberi makan tidak kurang 50 jutaan pelajar dan meningkatkan nutrisi 5 jutaan ibu hamil. Prabowo Gibran telah mengambil bagian penting dalam upaya global menyelamatkan generasi mendatang. United Nation (UN) memberikan apresiasi besar kepada banyak pemerintah yang telah andil memberi makan gratis kepada 450 juta anak di seluruh dunia. Indonesia akan mengambil bagian paling besar dalam hal ini sebagaimana negara populasi besar lainnya.

Ini adalah sebuah langkah revolusioner, lebih dari sekedar memberi, namun lebih dalam lagi adalah untuk membangun manusia, membangun kesadaran Bangsa Indonesia untuk saling menolong, ajakan dan seruan mulia untuk memberi makan orang miskin, anak yatim dan orang orang tidak mampu. Jangan tanya darimana uangnya untuk memberi makan anak anak kita dan ibu ibu kita. Inshaa Allah.[••]

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Skenario Maduro Dalam Nasionalisasi Perusahaan Minyak Venezuela
OPINI

Skenario Maduro Dalam Nasionalisasi Perusahaan Minyak Venezuela

Oleh : Salamuddin Daeng China tampaknya kurang waspada dalam melakukan investasi migas...

KUHP Baru dan Republik 3-O: Antara Kedaulatan Hukum dan Bayangan Abuse of Power
OPINI

KUHP Baru dan Republik 3-O: Antara Kedaulatan Hukum dan Bayangan Abuse of Power

Oleh : Andi N Sommeng Indonesia akhirnya punya KUHP baru—lahir dari rahim...

Ekonomisasi Jasa Pelayanan, Ibarat Pungli Menjadi Beban
OPINI

Ekonomisasi Jasa Pelayanan, Ibarat Pungli Menjadi Beban

Oleh: Defiyan CoriEkonom Konstitusi Tiba-tiba saja muncul dinota atau bon sebagai bukti...

Opini SZ: Pungutan Biaya Service Pada Restoran dan Kafe
OPINI

Opini SZ: Pungutan Biaya Service Pada Restoran dan Kafe

Praktik pungutan biaya service (service charge) yang dibebankan kepada konsumen pada setiap...