Home LISTRIK PLN Gandeng Norwegia & Jepang di COP30, Strategi Baru Dorong Pasar Karbon Kelas Dunia
LISTRIK

PLN Gandeng Norwegia & Jepang di COP30, Strategi Baru Dorong Pasar Karbon Kelas Dunia

Share
PLN Gandeng Norwegia & Jepang di COP30, Strategi Baru Dorong Pasar Karbon Kelas Dunia
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi menjelaskan bahwa PLN bersama Pemerintah kini mengambil peran baru sebagai katalis dan akselerator pasar karbon untuk mempercepat transisi energi dan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mitigasi perubahan iklim.
Share

Jakarta, hotfokus.com

PLN kembali mencuri perhatian di COP30 Belém, Brasil, setelah menjalin dua kolaborasi penting yang memperkuat posisi Indonesia di ekosistem pasar karbon global. Di forum Seller Meets Buyer, PLN menandatangani Mutual Expression of Intent dengan Pemerintah Norwegia melalui GGGI dan meresmikan MoU dengan perusahaan Jepang, Carbon Ex Inc.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai langkah ini sebagai bukti nyata kiprah Indonesia dalam perdagangan karbon internasional. “Kerja sama ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu berkontribusi lebih besar dalam penurunan emisi global melalui skema Pasal 6,” kata Hanif.

Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menegaskan bahwa PLN kini bergerak lebih agresif sebagai penggerak pasar karbon nasional. Ia mengingatkan bahwa transformasi menuju NZE tidak bisa dicapai tanpa sinergi global. “Untuk mencapai Net Zero Emissions 2060, kolaborasi menjadi fondasi utama,” tegas Evy.

Ia memaparkan bahwa RUPTL 2025–2034 mengalokasikan penambahan 69,5 GW kapasitas pembangkit, dengan porsi energi hijau mencapai 76%. Proyeksi ini diperkirakan menghasilkan lebih dari 1.000 TWh listrik bersih dalam satu dekade, membuka ruang baru bagi investasi EBT.

PLN juga menawarkan dua portofolio berbasis atribut hijau: Unit Karbon serta layanan energi hijau seperti REC dan Dedicated Green Energy Sources. “REC memastikan penggunaan listrik terbarukan tercatat secara transparan, sekaligus membantu percepatan dekarbonisasi industri,” jelas Evy.

Tak hanya itu, PLN membuka peluang forward offtake untuk tiga proyek bersertifikasi Gold Standard, termasuk PLTS 50 MW berstorage di IKN yang berpotensi menekan emisi hingga 1,5 juta ton CO₂e. Evy optimistis langkah ini memperkokoh posisi Indonesia di pasar karbon internasional. “Dengan dukungan mitra teknologi dan investor global, percepatan proyek rendah karbon bisa tercapai lebih cepat,” tutupnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Antisipasi Blackout Listrik Pemerintah Perlu Bangun Jaringan Transmisi Yang Handal
LISTRIK

Antisipasi Blackout Listrik Pemerintah Perlu Bangun Jaringan Transmisi Yang Handal

Jakarta, hotfokus.com Terjadinya blackout atau padam listrik massal di sejumlah wilayah Indonesia...

Listrik Sumatra Berangsur Normal, PLN Klaim Pasokan 5.579 MW Sudah Pulih
LISTRIK

Listrik Sumatra Berangsur Normal, PLN Klaim Pasokan 5.579 MW Sudah Pulih

Jakarta, Hotfokus.com PT PLN (Persero) terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatra...

PLN Tuntaskan Pemulihan Sistem Listrik Sumatra, Seluruh Gardu Induk Sudah Berfungsi
LISTRIK

PLN Tuntaskan Pemulihan Sistem Listrik Sumatra, Seluruh Gardu Induk Sudah Berfungsi

Jakarta, Hotfokus.com PT PLN (Persero) berhasil mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sumatra setelah...

Listrik Sumatra Mulai Pulih, PLN Sudah Nyalakan Kembali Pasokan untuk 8,3 Juta Pelanggan
LISTRIK

Listrik Sumatra Mulai Pulih, PLN Sudah Nyalakan Kembali Pasokan untuk 8,3 Juta Pelanggan

Jakarta, hotfokus.com PT PLN (Persero) terus mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Sumatra...