Jakarta, hotfokus.com
Pertamina mengundang para pemimpin redaksi media nasional untuk melihat langsung aktivitas operasional Integrated Terminal Jakarta Plumpang. Inisiatif ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi sekaligus memastikan kualitas BBM tetap terkontrol sebelum diterima masyarakat.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang sistem pengawasan mutu bahan bakar. Ia menekankan setiap BBM yang didistribusikan ke SPBU telah melewati serangkaian pemeriksaan ketat di terminal.

“Kami mengajak Pemimpin Redaksi untuk melihat langsung bagaimana Pertamina memastikan produk BBM yang diterima masyarakat, yang ada di SPBU, telah melalui proses tahapan pemeriksaan yang sangat ketat dan diawasi langsung oleh seluruh lapisan tim di ITJ,” ujar Arya.
Terminal Plumpang memegang peran krusial dalam menjaga kelancaran distribusi energi. Integrated Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, I Nyoman Adi Pradana, mengungkapkan fasilitas ini memiliki tiga terminal utama dengan kapasitas total mencapai 300 ribu kiloliter.

Terminal tersebut memasok BBM ke lebih dari 120 lembaga penyalur dan berkontribusi sekitar 20 persen terhadap distribusi nasional. “Peran Integrated Terminal Jakarta Plumpang sangat penting bagi ketahanan energi masyarakat. Dari terminal ini, distribusi BBM disalurkan ke berbagai lembaga penyalur untuk memenuhi kebutuhan Jakarta dan wilayah sekitarnya,” jelas Nyoman.
Untuk memastikan mutu bahan bakar tetap sesuai standar, laboratorium di terminal ini memanfaatkan teknologi CFR Engine. Peralatan ini berfungsi mengukur Research Octane Number (RON) berdasarkan standar ASTM D-6299, sehingga bahan bakar memiliki performa optimal dan aman digunakan kendaraan.

Melalui keterbukaan ini, Pertamina ingin memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi nasional. Perusahaan juga terus menjalankan transformasi bisnis berbasis prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) guna mendukung target Net Zero Emission 2060 dan keberlanjutan sektor energi. (*)
Leave a comment