JAKARTA, Hotfokus.com
Pertamina memperkuat kesiapan infrastruktur energi di kawasan Indonesia Timur. Langkah tersebut menjadi perhatian karena pertumbuhan ekonomi dan konektivitas ikut mendorong kebutuhan energi.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin mengecek langsung sejumlah fasilitas operasi di Ternate, Maluku Utara, Selasa (1/9). Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kapasitas infrastruktur menghadapi pertumbuhan kebutuhan energi.
AFT Baabullah Layani 15 Penerbangan
Siddik mengunjungi Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah yang berada di sekitar Bandara Sultan Babullah. Fasilitas ini memasok bahan bakar pesawat atau avtur untuk penerbangan yang datang dan berangkat dari Ternate.
“Terminal ini dikhususkan untuk menyuplai avtur untuk sekitar 15 penerbangan pesawat per hari yang masuk dan keluar dari Bandara Babullah,” ujar Siddik.
Pertumbuhan aktivitas ekonomi Maluku Utara berpotensi meningkatkan trafik penerbangan. Karena itu, Pertamina menilai kapasitas AFT Baabullah perlu terus dievaluasi agar mampu mengikuti kenaikan kebutuhan avtur.
“Kita mengevaluasi apakah AFT Babullah akan mampu memenuhi kebutuhan dari peningkatan penjualan ke depannya dan apa saja opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk pengembangan bisnis,” katanya.
FT Ternate Jadi Penopang Distribusi BBM
Selain kebutuhan penerbangan, Pertamina juga memastikan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat. Siddik kemudian meninjau Fuel Terminal (FT) Ternate yang menopang pasokan energi untuk Ternate dan wilayah kepulauan di sekitarnya.
Pertamina mengevaluasi kemampuan terminal menerima berbagai produk energi dari Wayame melalui jalur laut. Perusahaan juga mengkaji peningkatan fasilitas jetty untuk memperkuat proses distribusi.
“Kita mengevaluasi kemampuan Fuel Terminal Ternate untuk menerima pengiriman kargo dari Wayame untuk berbagai produk dan juga sedang mereview apa perbaikan-perbaikan dari jetty ke depannya,” ujar Siddik.
Distribusi Energi Indonesia Timur Tak Mudah
Siddik menyebut wilayah Papua dan Maluku menghadirkan tantangan besar dalam distribusi energi. Bentang geografis yang terdiri atas banyak pulau membuat transportasi laut menjadi bagian penting dalam mobilisasi pasokan.
“Region Papua Maluku ini salah satu region yang paling challenging untuk melakukan amanah pendistribusian energi karena terdiri dari berbagai macam pulau di bagian Indonesia Timur,” jelasnya.
Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kelancaran pengiriman energi. Oleh sebab itu, Pertamina terus mengevaluasi kapasitas fasilitas, pola distribusi, dan opsi pengembangan agar pasokan tetap berjalan efektif.
Direktur Manajemen Risiko Pertamina Patra Niaga Rahman Pramono menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya mengejar sisi keuntungan dalam mengelola energi.
“Kita tidak bisa melihat hanya dari sisi profit saja. Kita ada tugas bagaimana menjaga ketahanan energi dari masing-masing wilayah, termasuk daerah yang memang butuh kebutuhan khusus,” pungkasnya.

Penguatan fasilitas penyimpanan, penerimaan, dan penyaluran menjadi langkah Pertamina menjaga kesinambungan pasokan. Upaya tersebut juga mendukung konektivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Indonesia Timur. (*)
Leave a comment