Jakarta, hotfokus.com
Isu perubahan iklim kian terasa nyata, mendorong berbagai pihak bergerak cepat. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, IDXCarbon menggandeng Pertamina New & Renewable Energy, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, serta Jejakin meluncurkan kampanye “AKU NET-ZERO HERO” di Bursa Efek Indonesia.
Program ini dirancang untuk mendorong publik menerapkan gaya hidup rendah emisi secara praktis dan terukur. Dalam kolaborasi tersebut, Pertamina NRE menghadirkan kredit karbon yang berasal dari proyek pembangkit listrik tenaga biogas di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.
Langkah ini melanjutkan kiprah Pertamina NRE yang sebelumnya lebih dulu memperdagangkan kredit karbon dari proyek panas bumi Lahendong unit 5 dan 6. Kini, perusahaan memperluas sumber kredit karbon melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi energi listrik.
Akses terhadap kredit karbon ini terhubung langsung dengan fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri. Melalui layanan tersebut, pengguna dapat melakukan carbon offset sebagai bentuk kompensasi emisi, sekaligus berkontribusi pada proyek pengurangan karbon yang telah terverifikasi.
Direktur SDM & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa, menegaskan bahwa setiap aksi individu memiliki dampak nyata.
“Setiap aktivitas offsetting berarti mendukung proyek konkret, seperti konversi limbah menjadi energi di Sei Mangkei. Di situlah makna transisi energi yang sesungguhnya,” jelasnya.
Proyek PLTBg Sei Mangkei sendiri memiliki kapasitas 2,4 MW. Fasilitas ini mengolah POME atau limbah cair sawit menjadi listrik sekaligus menekan emisi metana secara signifikan. Selain berdampak pada lingkungan, proyek ini juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.
Melalui kampanye ini, kolaborasi lintas sektor tersebut juga menargetkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pasar karbon. Dengan akses yang semakin terbuka, partisipasi publik diharapkan meningkat untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Indira menambahkan, tantangan perubahan iklim tidak bisa ditunda lagi. “Dampaknya sudah kita rasakan saat ini. Karena itu, keterlibatan semua pihak menjadi kunci agar solusi bisa berjalan efektif,” pungkasnya. (*)
Leave a comment