Home NASIONAL Perlu Roadmap Pangan Seiring Pembangunan Infrastruktur
NASIONAL

Perlu Roadmap Pangan Seiring Pembangunan Infrastruktur

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi seharusnya dapat membangkitkan kemandirian pangan nasional. Namun diperlukan roadmap pangan di sepanjang jalur infrastruktur sehingga dapat terwujud kedaulatan pangan nasional.

“Fondasinya sudah dibangun, sekarang kita perlu roadmap pangan nasional,”ungkap anggota DPR dari Fraksi PDIP Aria Bima dalam Diskusi Publik Pemuda HKTI di Sekretariat DPN HKTI Jl Tebet Timur Raya Jakarta.

Aria Bima meminta HKTI yang dipimpin Jenderal Purn Dr Moeldoko membuat roadmap pangan. “Rentannya infrastuktur logistik mengakibatkan kelangkaan komoditas,”ujarnya.

Ia mengungkapkan hasil pantaunya di pasar di Jakarta dimana ada sayur mayur yang didatangkan dari Sumatera Barat. “Ada Trans Sumatera sayuran Sumatera Barat bisa masuk ke jakarta, dulu mereka harus perjalanan seminggu, sekarang 2 hari,”paparnya.

Kader PDIP ini menegaskan konsepsi kedaulatan pangan, seluruh kebijakan pangan harus kuat.

“Kebijakan impor, ketahanan pangan kuat, tapi rapuh,”tuturnya.

Namun ia menegaskan adanya impor yang terjadi saat ini bukan karena program pemerintah gagal. Tapi sifatnya situasional dan itu adalah kegiatah, bukan program atau kebijakan.

Indonesia bila ingin menjadi lumbung pangan dunia harus mengembangkan sektor pangan ke luar Jawa. Saat ini Indonesia lebih dikenal sebagai lumbungan tanaman perkebunan, yang menjadi bahan baku dunia.

Ia meminta selain pemerintah, organisasi pertanian juga berperan aktif. “HKTI harus ekspansif mendahului program-program pemerintah,”katanya.

Aria Bima juga mengungkapkan Perpres 71/2015 mengenai perubahan paradigma dari ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan.

Ketua Umun HKTI Jenderal Purn Dr Moeldoko merespon positif. Saat ini HKTI memposisikan sebagai bridging institution yang menjembatani petani dengan pemerintah, spcial enterprises, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan stakeholders pertanian lainnya.

Direktur Pengadaan Bulog, Bahtiar mengungkapkan komitmen Bulog untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Bahkan Bulog saat ini bekerjasama dengan para pengepul untuk menyerap gabah petani. Dan ini bisa dikembangkan dengan Bumdes dalam pembelian dan pengadaan gabah petani.

Diskusi Publik Pemuda Tani menghadirkan narasumber dari berbagai pihak antara lain dari Kantor Kepala Staf Presiden (KSP), KNPI, Gerbang Tani, dan pakar dari perguruan tinggi.

“Pemuda Tani HKTI ingin mencari solusi mengenai kemandirian dan kedaulatah pangan nasional, sehingga petani sejahtera,”ujar Ketua Umum Pemuda Tani HKTI Rina Saadah. Rina juga menyambut baik gagasan penguatan sektor pertanian di sepanjang jalur infrastruktur nasional. Untuk itu, DPN Pemuda Tani HKTI akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan gagasan tersebut.(SA)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
NASIONAL

MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono meminta pengurus...

NASIONAL

Kementan Kejar Cetak Sawah 13.000 Hektare, Target Swasembada Pangan Digenjot

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan...

NASIONAL

DAM Kuasai Empat Manajer Investasi BUMN, AUM Tembus Rp170 Triliun

Jakarta, hotfokus.com PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil alih pengendalian PT...

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2021 Bergantung Perkembangan Varian Delta
NASIONAL

Menko Perekonomian Ingin Proyek Strategis Dikerjakan Engineers Lokal

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah memacu sinergi kementerian/lembaga untuk melakukan rekayasa industri agar bisa...