Jakarta, Hotfokus.com
Pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 4,75% pada Agustus 2026, lebih rendah dibandingkan 4,85% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah penganggur tercatat sebanyak 7,38 juta orang. Sementara itu, total angkatan kerja Indonesia mencapai 155,37 juta orang, dengan 147,99 juta orang sudah bekerja.
Edy menyampaikan bahwa jumlah penduduk bekerja bertambah 1,44 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Pada saat bersamaan, jumlah penganggur berkurang sebanyak 77 ribu orang.
“Pada Agustus 2026, terdapat sebanyak 7,38 juta penganggur atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,75 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan Agustus 2025 sebesar 4,85 persen,” kata Edy, Kamis (5/11/2026).
Pertanian Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja paling besar dengan kontribusi 28,20%. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86%, serta industri sebesar 13,75%.

Namun, penurunan pengangguran belum sepenuhnya menggambarkan perubahan kualitas pekerjaan. BPS mencatat persentase pekerja formal justru turun tipis dari 42,20% menjadi 42,07%.
Meski begitu, jumlah pekerja formal secara absolut bertambah 410 ribu orang, dari 61,84 juta menjadi 62,25 juta orang.
Sebaliknya, porsi pekerja informal meningkat dari 57,80% menjadi 57,93%.
Mayoritas Pekerja Habiskan Minimal 35 Jam Seminggu
Berdasarkan durasi kerja, sebanyak 99,85 juta orang atau 67,47% masuk kategori pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu.
Sementara itu, pekerja paruh waktu mencapai 35,29 juta orang atau 23,85%. Adapun kelompok setengah pengangguran tercatat 12,84 juta orang atau 8,68%.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun pengangguran menurun, tantangan pasar tenaga kerja masih berlanjut, terutama dalam memperluas kesempatan kerja formal dan meningkatkan kualitas pekerjaan masyarakat. (SA/GIT)
Leave a comment