Jakarta, hotfokus.com
Kelancaran distribusi BBM di Jawa Barat tidak lepas dari peran Integrated Terminal (IT) Balongan yang dikelola PT Pertamina Patra Niaga. Fasilitas hilir ini menjadi simpul penting penyaluran energi untuk wilayah Ciayumajakuning serta sebagian Jawa Tengah, sekaligus menyokong kebutuhan avtur bagi sejumlah bandara di kawasan Bandung dan Jakarta.
Peran IT Balongan bukan sekadar sebagai titik distribusi. Terminal ini memastikan kualitas BBM tetap sesuai standar melalui sistem pengawasan berlapis yang dilakukan sejak produk keluar dari kilang hingga tiba di mobil tangki. Seluruh proses diawasi ketat oleh tim laboratorium internal.
Superintendent Fuel Receiving, Storage, and Distribution IT Balongan, Firman Nugroho, menegaskan bahwa kontrol mutu menjadi fondasi utama operasional terminal.
“Setiap perpindahan BBM selalu disertai pengujian laboratorium. Pemeriksaan dilakukan sebelum produk dikirim dari kilang, saat tiba di terminal, sampai BBM dimuat ke mobil tangki. Dengan begitu, kualitasnya tetap terjaga,” ujar Firman di sela Pertamina Media Visit, Jumat (30/1).

IT Balongan mengelola beragam produk BBM dan BBK, mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, Biosolar, Solar, Pertadex, Avtur, hingga LPG. Pasokan tersebut berasal dari sejumlah kilang Pertamina, seperti Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju. Dari terminal ini, BBM kemudian disalurkan ke SPBU dan jaringan distribusi Pertamina dengan dukungan lebih dari 50 unit mobil tangki BBM serta sekitar 90 mobil tangki LPG.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut IT Balongan sebagai representasi komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.
“Pengujian berlapis di setiap titik serah menjadi bukti keseriusan kami dalam menjaga mutu produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Baron.

Upaya tersebut berjalan seiring dengan transformasi Pertamina yang menitikberatkan pada keandalan layanan, tata kelola berkelanjutan, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). (*)
Leave a comment