Jakarta, hotfokus.com
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid tancap gas membenahi kualitas layanan pertanahan. Ia menyiapkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan asesmen kompetensi berkelanjutan sebagai kunci mendorong transformasi pelayanan publik di Kementerian ATR/BPN.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Nusron menilai peningkatan profesionalisme aparatur harus berjalan terukur agar dampaknya benar-benar terasa di lapangan. Dengan strategi ini, layanan pertanahan diharapkan semakin cepat, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jika kualitas pelayanan belum optimal, maka perlu dilakukan langkah yang terstruktur, mulai dari pelatihan hingga asesmen,” kata Nusron di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia menegaskan, program pelatihan tidak boleh berhenti pada urusan administratif. Sertifikat, menurut Nusron, tidak akan berarti jika tidak diikuti peningkatan kinerja nyata. Karena itu, Kementerian ATR/BPN akan mengevaluasi efektivitas setiap pelatihan yang digelar.
“Jangan sampai orang ikut pelatihan manajemen, lulus, dapat sertifikat, tapi tidak ada dampaknya terhadap pelayanan,” ujarnya. Jika hasilnya belum maksimal, Nusron menyebut evaluasi bisa menyasar kurikulum, metode pembelajaran, hingga tempat pelatihan.
Selain pelatihan, asesmen kompetensi menjadi perhatian serius. Nusron mengingatkan agar sertifikasi benar-benar mencerminkan kemampuan aparatur, bukan sekadar angka di atas kertas. Ketidaksesuaian antara nilai ujian dan praktik kerja dinilai sebagai sinyal masalah yang harus segera dibenahi.
“Kalau ujiannya paling bagus, tetapi praktiknya tidak sesuai, berarti ada masalah. Ini perlu dicek,” tegasnya.

Melalui kombinasi pelatihan terarah dan asesmen yang ketat, Nusron berharap kualitas layanan pertanahan bisa naik kelas. Strategi ini sekaligus menjadi fondasi penting bagi reformasi birokrasi ATR/BPN ke depan. (SA/GIT)
Leave a comment